β"Kalau menurut saya itu pilihan politik PPP yang sudah sedmikian rupa, sudah diproses dari awal sampai ujung. Semua kesepakatan sudah ditandatangan, kalau di ujung proses lain itu pilihan politik. Kita nggak bisa paksakan," kata Abu Bakar di gedung MPR, Jakarta, Selasa (7/10/2014).
Abu Bakar mengatakan, keputusan PPP itu akan berimplikasi pada dinamika paripurna pemilihan pimpinan MPR malam ini. Pihaknya menyebut KMP akan kembali mempertanyakan soal tata tertib dan sebagainya.β
"Itu nanti akan ramai bicara UU MD3 dan sebagainya. Kalau saya melihat bakal hangat (rapat paripurna MPR), dan menurut saya akan panjang," ujar Abu Bakar
Menurutnya, mempermasalahkan tatib atau UU MD3 bukan soal fair dan tidak seperti yang disebut PDIP, tapi rapat berjalan pada dinamika yang berbeda tergantung pada forum.
"Soal hitung-hitungannya kita lihat," ujarnya masih optimis bisa kendalikan paripurna.
Bahkan kata Habib, meski PPP sudah bergabung, dengan PDIP Cs, belum bisa dipastikan menang dalam pemilihan pimpinan MPR. Terutama suara DPD sebanyak 132 yang diyakininya belum bulat.
"Ya bisa saja (DPD tidak satu suara). Kita juga punya DPD. Sungguh pun bukan fraksi tapi ada hubungan emosional, tinggal jumlahnya berapa," kata Habib.
β"Kita berharap ya kita kerja lah. Kita pikirkan paket kita saja," imbuh mantan anggota komisi hukum DPR itu.
(bal/trq)











































