Hingga malam ini, jenazah Sulaiman Tanudjaja masih di kamar jenazah RSCM, Jalan Diponegoro, Jakpus. Keluarga dan kerabat juga masih berada di rumah duka.
Surya Wardhana kerabat yang datang bercerita soal Sulaiman. "Surya itu rekan bisnis, sangat low profile," ujarnya kepada wartawan di depan rumah duka RSCM, Selasa (7/10/2014) malam.
Sebelum kejadian melompatnya Sulaiman dari lantai 56 Menara BCA, Jl MH Thamrin, Jakpus tadi siang, Surya sempat menghubungi teleponnya. "Saya sempat telpon almarhum, aktif tapi enggak diangkat. Harusnya dia sekarang jadwalnya rapat di kantornya (Cengkareng)," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surya mengaku terkejut mendengar kabar duka. Dari pemberitaan media online dia bisa memastikan orang yang diduga bunuh diri adalah rekan bisnisnya.
Kapolsek Menteng AKBP Gunawan sebelumnya menyebut Sulaiman yang berada di Restoran Skype tampak mondar-mandir di sekeliling cafe.
"Dari keterangan saksi dan CCTV, sebelum loncat, korban sempat minum dan kelihatannya telpon sana-sini," kata Gunawan di Menara BCA.
Sulaiman dari informasi dan rekaman CCTV yang didalami polisi, nampak menanti seseorang selama sekitar 1 jam. Ia terlihat depresi dan terus bertengkar selama di telepon.
"Setelah bertengkar di telepon, korban menuju jendela dan langsung loncat," kata Gunawan.
Polisi kemudian memberi tahu pihak kantor Sulaiman bekerja, PT Global Label Printing. Mereka membenarkan bahwa Sulaiman bekerja di kantor tersebut.
"Mereka membetulkan bahwa korban bekerja di sana setelah kami beri tahu bahwa dia mengendarai mobil Pajero Sport warna hitam dengan nopol B 8698 SD," tuturnya.
Sementara itu, belum diketahui apa motif Sulaiman loncat dari Resto eksklusif tersebut. Polisi masih mendalami kasus ini. Hingga saat ini, sebanyak 4 orang saksi telah diperiksa. Mereka adalah Beny, Veby, Roby dan Sulis Wahyudi.
(fdn/kha)










































