Menurut Wakil Ketua DPRD DKI dari Gerindra, M Taufik, politik selamanya berhubungan dengan kompromi.
"Politik itu kompromi. Tidak ada ada yang jadi pemenang. Nggak ada istilah gue pemenang dan tepok dada," kata Taufik saat berbincang di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kekakuan sudah berkurang. Kemarin kita sudah bicara dengan Pras (Prasetyo Edi-Ketua DPRD DKI dari PDIP) untuk tidak merasa sebagai pemenang. Dia baik," ujar Ketua DPD Gerindra DKI ini.
Ia dan rekannya di Koalisi Merah Putih di DPRD selalu melakukan pertemuan rutin. Pertemuan itu untuk membangun komunikasi yang efektif dan berkoordinasi. Menurutnya, bagi-bagi kursi dalam politik adalah sebuah kepastian.
"Tidak mungkin tidak ada bagi-bagi dalam politik. Yang dilakukan koalisi sebelah juga akhirnya bagi-bagi kursi kan?," ucapnya.
Kekuatan KMP di DPRD DKI memang cukup besar. Dari 106 kursi, KMP menguasai 57 kursi karena Demokrat DKI merapat ke koalisi pendukung Prabowo-Hatta ini. Hal ini makin kuat dengan pertemenan para tokoh KMP Jakarta yang sudah terjalin sejak masih merintis karier.
Akankah KMP Jakarta juga menyapu bersih alat kelengkapan dewan Jakarta?
"Ya kita lihat nanti. Aturannya kan secara musyawarah atau paling terakhir voting," ucap Taufik sambil tersenyum.
(bil/kha)











































