SBY Berharap RI Tangani Aceh Sendiri Mulai 26 Maret
Selasa, 11 Jan 2005 17:17 WIB
Jakarta - Presiden SBY menginstruksikan perlunya dibuat kerangka waktu tentang tahap-tahap penanganan tanggap darurat di Aceh. Presiden mengharapkan pada 26 Maret mendatang Aceh sudah ditangani sendiri oleh Indonesia, tak ada lagi relawan-relawan asing lainnya."Salah satu penekanannya adalah bagaimana agar proses pencarian jenazah dan penguburannya selesai paling lambat 26 Januari dan kita melangkah ke tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi awal," kata Seskab Sudi Silalahi.Sudi menyatakan hal itu usai rapat terbatas soal penanganan Aceh di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (11/1/2005). Rapat diikuti Menteri PU, Kapolri, Menko Polhukam dan Wapres selaku Ketua Bakornas.Sudi menyatakan, penetapan kerangka waktu dan jadwal kerja sangat dibutuhkan agar upaya-upaya penanganan di lapangan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.Fungsi lainnya adalah sedikit demi sedikit peran-peran tanggap darurat yang selama ini ditangai relawan negara sahabat dapat dikerjakan sendiri oleh relawan Indonesia di masa selanjtnya."Tidak sepatutnya kta terus mengandalkan bantuan dari luar negeri. Kalau bisa, mulai 26 Februari menjadi masa transisi dan 26 Maret, seluruhnya bisa kita tangani sendiri," kata Sudi.Sudi menjelaskan, Presiden juga mengintruksikan agar segera dilakukan evaluasi tingkat kerusakan di daerah-derah yang terkena bencana secara total. Ini untuk mengetahui upaya-upaya rekonstruksi dan rehabilitasi apa yang perlu mendapat prioritas."Presiden secara khusus meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk mengadakan operasi bakti di NAD dan Sumut. Atas permintaan tersebut, Panglima akan mengirimkan tambahan 5 batalyon personelnya, para taruna akademi, beserta tambahan alat-alat berat. Kapolri juga akan mengirimkan tambahan batalyon Brimobnya untuk menjaga keamanan," demikian Sudi Silalahi.
(nrl/)











































