Pernyataan itu disampaikan oleh Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2014) sore. Katanya, penangkapan empat terduga teroris itu dilakukan pada Minggu (5/10/2014).
"Penangkapan berlangsung dengan aman dan lancar. Tidak ada perlawanan," ucap Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya terkait dengan jaringan Santoso kelompok MIT, melakukan Fai dan pendanaan terhadap kelompok Santoso," ucap Agus.
Selang setengah jam setelah Sarwo dan Farid ditangkap, Densus 88 kembali menangkap 2 orang terduga teroris lainnya di tempat berbeda, yakni di Desa Silae, Palu Barat.
Di situ Densus 88 menangkap Padri (22). Ia merupakan seorang mahasiswa. "Kalau dia keterlibatannya, membonceng Farid dan Sarwo dengan motor saat dilakukan penangkapan," imbuh Agus. Setelah itu ditangkap lagi Ansar Apriandi alias Anca (34) seorang montir motor di sebuah kos-kosan.
"Keterlibatan Ansar ini, dia menampung Farid dan Sarwo selama 1 Minggu di koskosan Jalan Kelor di BTN Silae Palu Barat," sebut Agus.
Ditambahkan Agus, saat ini Densus 88 masih melakukan pemeriksaan terhadap keempat terduga teroris tersebut. Mereka akan mendalami, terutama tentang peran serta keterlibatan Padri dan Ansar dalam kelompok teroris jaringan Santoso.
(bar/fjp)











































