"Ya memang itu (menurunkan angka kecelakaan)," kata Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2014).
Statistik kecelakaan dari Ditlantas Polda Metro Jaya menunjukkan pada tahun 2010 ada 8.333 kasus kecelakaan, lalu 2011 sebanyak 8.114 kasus, pada 2012 ada 8.020 kasus, kemudian di 2013 ada 7.215 kasus dan hingga semester pertama 2014 sebanyak 2.320 kasus. Tren menunjukkan penurunan jumlah kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan Kapolres Pati ini, peristiwa kecelakaan di Jakarta terjadi tidak hanya karena human error semata. Tapi ada aspek pekerjaan umum, kelaikan kendaraan hingga budgeting untuk pembangunan jalan.
"Ini dewan yang menentukan dengan fungsinya budgeting. Itu perlu karena kegiatan perlu anggaran. Beliau-beliau mewakili rakyat dan ini menyangkut keselamatan rakyat," ujar Bakharuddin.
Ditambahkan, dukungan dari para stakeholder untuk mengoptimalkan keselamatan lalu lintas juga diperlukan. Kecelakaan juga dinilai menyebabkan kemiskinan karena pengendara kendaraan bermotor rata-rata adalah penduduk berusia produktif.
"Kalau meninggal kecelakaan, otomatis anak dan istri itu masa depannya jadi tidak terarah. Kita taati aturan yang ada. Ini beban kita semakin berat. Yang utama, โbagaimana masyarakat tahu arti keselamatan," ujar Bakharuddin.
(vid/fjp)











































