Mayang di Mata Sang Adik: Ceria, Tak Pernah Mengeluh, Nggak Pelit

WNI Transeksual Dimutilasi

Mayang di Mata Sang Adik: Ceria, Tak Pernah Mengeluh, Nggak Pelit

- detikNews
Selasa, 07 Okt 2014 15:22 WIB
Mayang di Mata Sang Adik: Ceria, Tak Pernah Mengeluh, Nggak Pelit
(Foto: Facebook Mayang Prasetyo)
Jakarta -

Mayang Prasetyo (27) alias Febri Andriansyah diduga dibunuh dan dimutilasi sang suami, Marcus Peter Volke (28). Kepergian Mayang meninggalkan kesedihan yang dalam bagi sang adik, Dewi (15). Bagaimana tidak, kakaknyalah yang selama ini membiayai dirinya sekolah.

"Kakak orangnya ceria terus, nggak pernah ngeluh. Orangnya baik, perhatian sama keluarga, nggak pelit, semuanya dibiayain," tutur Dewi dengan suara sendu saat berbincang dengan detikcom, Selasa (7/9/2014).

Ibundanya, Nining Sukarni, dituturkan Dewi, sudah berpisah dengan ayahnya Nuryanto, sejak Dewi kecil. Nining yang seorang ibu rumah tangga harus berjuang sendiri membesarkan 3 anaknya, Mayang alias Febri, kemudian Gaby (18) dan Dewi (15). Gaby baru saja lulus SMA dan baru bekerja turut menopang kehidupan keluarga. Dewi mengisahkan Mayang sudah merantau sejak 9 tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pergi dari Lampung dari 2005 sih, namun nggak pernah kehilangan kontak," imbuh Dewi.

Bila Mayang merantau dari Lampung tahun 2005, itu berarti usia Mayang saat itu adalah 18 tahun. Sejak itu, Mayang tak pernah absen mengirimkan nafkah untuk keluarganya.

"Selalu, rutin, nggak pernah absen (memberi nafkah). Kalau telat, paling selalu dobel (nafkahnya)," kenang Dewi.

Menurutnya, sang ibunda sudah dihubungi pihak Kementerian Luar Negeri. Dia berharap jasad kakaknya bisa tiba dan dimakamkan di Lampung.

(nwk/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini