Bisik-bisik Tetangga Soal Keributan di Rumah Mayang Sebelum Mutilasi

WNI Transeksual Dimutilasi

Bisik-bisik Tetangga Soal Keributan di Rumah Mayang Sebelum Mutilasi

- detikNews
Selasa, 07 Okt 2014 12:06 WIB
Bisik-bisik Tetangga Soal Keributan di Rumah Mayang Sebelum Mutilasi
Brisbane -

Mayang Prasetyo (27) dan suaminya Marcus Peter Volke (28) diketahui tak akur sebelum peristiwa mutilasi terungkap. Hal ini diketahui dari kesaksian para tetangga yang mendengar ribut-ribut selama sepekan terakhir.

Dari sejumlah testimoni diketahui, Mayang sebetulnya sudah tidak betah tinggal di Brisbane sejak sebulan lalu. Wanita transeksual itu bahkan sempat ingin kembali ke Bali. Namun, akhirnya Mayang yang dikenal pencemburu dan temperamental itu, memelihara anjing di rumah agar psikologisnya lebih terjaga.

"Saya berpesan kepadanya agar baik-baik saja dan tidak ribut dengan suaminya," ucap Nining Sukarni, ibunda Mayang, yang diwawancarai oleh Courier Mail, Selasa (7/10/20140.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang tetangga di Brisbane bernama Hamish Guinn mengatakan, dia bertemu pasangan itu sebulan lalu. Dia diundang ke rumah Volke dan Mayang untuk melihat anjing mereka.

"Pria aneh itu membuka pintu dan tak berkata apa-apa kepadaku," ucap Hamish.

Tetangga lainnya mengatakan pada polisi, mereka mendengar suara keributan di apartemen yang terletak di Teneriffe tersebut, sejak hari Kamis. Kamis malam itulah para tetangga melihat Mayang masih hidup. Jenazah Mayang baru ditemukan polisi pada hari Sabtu (5/10).

"Saya dengar suara keributan di apartemen," kata seorang tetangga kepada Courier-Mail.

"Teman saya mendengar mereka berteriak tentang membersihkan sesuatu. Mereka bicara dalam bahasa Inggris, namun tidak jelas apa yang mereka bicarakan karena aksennya," tambah tetangga tersebut.

Ada juga tetangga yang mengaku melihat Volke pada Kamis malam. Saat itu, Volke sedang membawa anjingnya jalan-jalan sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Tiba-tiba Volke ingin meminjam ponsel tetangga untuk menelepon Mayang karena kuncinya tertinggal.

"Dia terlihat sangat gugup," ucapnya. "Caranya bicara dia terlihat tertekan. Dia menggaruk-garuk kepalanya dan mondar mandir di lorong cukup lama," sambungnya.

Polisi akhirnya menguak pembunuhan ini setelah para tetangga mencium bau tak sedap dari kediaman Mayang. Jenazah Mayang yang sudah dimutilasi ditemukan di dalam panci. Sementara Volke sempat kabur, hingga akhirnya bunuh diri tak jauh dari lokasi dengan cara menggorok lehernya sendiri.

(mad/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads