Kabar kematian Mayang Prasetyo, warga negara Indonesia (WNI) transeksual yang dimutilasi di Australia, sudah sampai ke telinga keluarga di Lampung. Apa reaksi mereka?
"Dari hasil komunikasi saya dengan ibunya, dia pasrah. Ibunya tegar menerima kabar anaknya," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Tatang Razak saat dihubungi detikcom, Selasa (7/10/2014).
Sejak mendapat kabar mengenai tewasnya korban yang memiliki nama asli Febri Ardiansyah dari KJRI Sydney, pihaknya segera berkoordinasi dengan imigrasi mengenai identitas korban. Diketahui bahwa paspor Febri diterbitkan di Denpasar, Bali, sementara Febri tercatat sebagai warga Lampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan keimigrasian Febri memang kerap ke luar negeri. Belum diketahui untuk keperluan apa Febri ke Malaysia. Sementara media Australia menyebut Febri bekerja sebagai juru masak di sebuah kapal pesiar. Di laman facebook, Mayang menyebut dirinya bekerja di kelab ladyboy Le Femme Garcon. "Di Australia baru sebulan," ujarnya.
Tatang menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan dokumen terkait Febri untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan otoritas kepolisian setempat. (Baca juga: Mayang, Wanita Transeksual Seksi yang Dibunuh Kerja di Kelab Ladyboy)
"Kepolisian di sana membutuhkan DNA orangtua untuk kepentingan autopsi," kata Tatang.
(ahy/mad)











































