Cinta PPP ke Prabowo yang Dibalas 'Penyembelihan' oleh KMP

Cinta PPP ke Prabowo yang Dibalas 'Penyembelihan' oleh KMP

- detikNews
Selasa, 07 Okt 2014 09:46 WIB
Cinta PPP ke Prabowo yang Dibalas Penyembelihan oleh KMP
Jakarta -

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan yang pertama kali mendukung Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden dalam kontestasi politik nasional. Kesetiaan 'cinta' PPP pun belum luntur meski mengalami guncangan dari internal maupun eksternal.

Kisah bermula sejak lima tahun silam ketika Ketum PPP Suryadharma Ali menyatakan besarnya dukungan partainya kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Silaturahmi keduanya terjalin hangat dan menjadi sangat dekat.

Tetapi mungkin putaran politik berkata lain, PPP justru memalingkan muka dari Prabowo yang saat itu mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pasangan Mega-Prabowo pun melenggang tanpa dukungan PPP pada Pilpres 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seolah menyesali perbuatan, pada pesta demokrasi tahun ini PPP mendukung Gerindra sejak kampanye Pemilu Legislatif. Saat itu Suryadharma Ali didampingi Waketum PPP Djan Faridz hadir dalam kampanye terbuka Partai Gerindra dan mengelu-elukan sosok Prabowo.

"Gerindra telah memutuskan calon pemimpin yang tepat. Saya makin jatuh cinta pada Pak Prabowo! Satu presiden untuk Indonesia Raya, presiden untuk kaum papa, untuk wong cilik, untuk nelayan, dan satu yang tak bisa dilupakan adalah presiden para kiai," kata Suryadharma yang diberi waktu pidato singkat di hadapan Prabowo dan ribuan simpatisan Gerindra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3/2014) siang.

Sejak saat itu kisah mereka berlanjut. Meski pun PPP sempat pecah seusai hari pencoblosan Pileg, Rabu (9/4) lalu. Kubu Waketum Emron Pangkapi, Waketum Suharso Monoarfa, dan Sekjen Romahurmuziy (Romi) menilai kedatangan Suryadharma membuat suara PPP terjun bebas.

Tapi Suryadharma tak berhenti di situ, setelah kedua kubu internal islah dia terus memperjuangkan agar PPP mendukung Prabowo. Jumat (16/5) lalu Suryadharma Cs mendeklarasikan pencapresan Prabowo Subianto di Kantor DPP PPP.

"Dukungan PPP sebagaimana yang pernah saya sampaikan sebelum Rapimnas, dukungan PPP adalah dulungan non transaksional," ujar Suryadharma saat itu.

Hubungan terus berlanjut hingga akhirnya PAN, PKS, dan Golkar bergabung. Sakit hati PPP pertama kali pun diterima setelah Prabowo lebih memilih Ketum PAN Hatta Rajasa untuk menjadi calon Wakil Presiden.

Meski seolah dibuat 'sakit hati', PPP tetap setia dan ikut mendeklarasikan hubungan permanen yang diberi nama Koalisi Merah Putih. Dari situlah seolah komitmen PPP semakin terlihat dan tetap terjaga walau MK memutuskan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang memenangkan Pilpres.

Lagi-lagi kesetiaan PPP kembali diuji ketika harus mengalah pada Partai Demokrat dalam paket Pimpinan DPR. PPP kini terancam tak diajak di paket Pimpinan MPR KMP. Waketum PPP Hasrul Azwar mengatakan, jika partai memang tak diajak maka rasa sakitnya seperti disembelih.

"Rapat fraksi tadi menegaskan bahwa layak PPP dapat kursi MPR. Masa dari 9 posisi, PPP sudah berdarah-darah tidak dapat kursi. Sakitnya kaya kemarin disembelih!" Kata Waketum PPP Hasrul Azwar di Gedung DPR, Senayan, Senin (6/10/2014).

Apakah dalam paket pimpinan MPR kesetiaan PPP akan kembali diuji?

(bpn/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads