Hari Raya Ilmu Umat Hindu Sedot Perhatian Publik Eropa

Laporan dari Brussel

Hari Raya Ilmu Umat Hindu Sedot Perhatian Publik Eropa

- detikNews
Senin, 06 Okt 2014 23:33 WIB
Hari Raya Ilmu Umat Hindu Sedot Perhatian Publik Eropa
Brussel - Perayaan Hari Raya Saraswati untuk memeringati turunnya ilmu pengetahuan ini menyedot perhatian publik setempat. Umat Hindu meyakini ilmu datangnya dari Tuhan.

Suara gong Bali memecah keheningan di halaman Pura Agung Shanti Bhuana, Pairi Daiza, kota Brugelette, sekitar 80 km dari Brussel, Sabtu (4 Oktober 2014).

Getar nada gong yang bernada sedemikian rendah seperti menghipnotis publik Eropa, seolah-olah menembus dimensi, membawa mereka melayang jauh ke Pulau Dewata. Sementara asap dupa menebarkan aroma wangi dan menghadirkan atmosfir sakral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Percikan air suci dan taburan bunga teratai sebagai simbol keagungan Ida Sanghyang Widi Wasa/Tuhan YME, menenteramkan hati para umatnya.

"Saya sangat bahagia berada di tengah keramahan warga Bali. Mereka membuat hati saya damai. Beruntung sekali saya dapat menyaksikan perayaan Saraswati yang sangat menakjubkan ini," komentar Carine Barzeele, warga Belgia, yang menyaksikan jalannya upacara perayaan.

Carine mengatakan bahwa hampir setiap perayaan umat Hindu Bali di kota Brugelette ini dia selalu hadir dan terkesan dengan keramahan, pagelaran seni dan aura magis barong suci.

"Saya juga kagum pada masyarakat Bali dalam menjaga tradisi dan budaya Hindunya," imbuh Cerine.

Ilmu Pengetahuan

Lebih dari 200 orang masyarakat Bali yang berdomisili di Belgia, Jerman, Luksemburg, Belanda, Polandia, Inggris, Prancis berbaur dengan publik setempat untuk perayaan Hari Raya Saraswati ini.

Perayaan berlangsung dengan khidmat dan lancar, dipimpin oleh pemangku Sutiawidjaya.

Sebagai salah satu hari raya umat Hindu, Hari Raya Saraswati diperingati setiap 210 hari sekali, untuk memeringati turunnya ilmu pengetahuan (vidya/sains) ke dunia. Umat Hindu meyakini Dewi Saraswati merupakan manifestasi Tuhan Yang Maha Esa dalam fungsinya sebagai Dewi-Nya sains.

Perayaan kali ini memiliki makna tersendiri di mana Taman Pairi Daiza melangsungkan ultahnya yang ke-20 sebagai taman dengan predikat terbaik dan terpopuler di Belgia secara berturut-turut untuk tahun 2013 dan 2014.

Makna

Ketua Banjar Shanti Dharma (Perkumpulan Masyarakat Hindu Bali Belgia-Luksemburg) I Made Wardana dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Saraswati kali ini tidak cukup hanya bersembahyang dan ritual keagamaan saja.

"Sebagai umat Hindu dituntut untuk memahami lebih mendalam makna Saraswati," ujar Made, seperti disampaikan kepada detikcom seusai perayaan.

Menurut Made, pada hari Saraswati ini umat perlu memusatkan pikiran dengan melakukan renungan kembali, memotivasi semangat dengan aktifitas, meniti hari demi hari ke arah yang lebih baik dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh baik dari pengalaman maupun dari bangku sekolah.

"Ilmu pengetahuan tersebut kita pergunakan dan sumbangkan kepada masyarakat yang memerlukannya. Seperti terlihat dalam perayaan ini, anak anak belajar berkesenian, sehingga memberi manfaat besar untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian mereka di depan umum," pungkas Made.

Sedangkan Gede Parwatha dari kalangan profesional mengatakan bahwa ilmu pengetahuan itu datangnya dari Tuhan

"Artinya semakin tinggi berusaha mencapai ilmu pengetahuan akan semakin dekat dengan Tuhan, sehingga memberikan lebih banyak kedamaian dan kebahagiaan kepada seluruh dunia. Jadi jangan takut untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berujung pada kedamaian dan kebahagiaan," demikian Gede.

Mahasiswa dan Profesional

Puluhan pelajar, mahasiwa dan profesional asal Bali turut berpartisipasi aktif dalam perayaan Saraswati tahun ini. Mereka berasal dari berbagai kota di Eropa untuk menuntut ilmu dan pengalaman dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Salah satunya adalah Pande Gede Sasmita, Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana Bali yang sedang menempuh studi S3 bidang aquakultur menggunakan beasiswa Dikti di Lab Aquaculture and Artemia Reference Centre (ARC), Ghent University.

Pande, di sela sela kesibukannya menuntut ilmu tetap aktif hadir dalam kegiatan keagamaan.

Kemudian seorang profesional asal Mengwi, Bali, Gede Parwatha dengan penampilan kalem dan sederhana ternyata seorang Research engineer mesin Pesawat Terbang di Centre de Recherche en Aeronautique (CENAERO) kota Charleroi Belgia.

Gede Parwatha telah melakukan post doctorat research di Universitas Mons Belgia dari 2010 sampai 2012.

Serba Bali

Perayaan Saraswati ini diselenggarakan atas kerjasama masyarakat Hindu Bali Eropa, Banjar Shanti Dharma Belgia-Luksemburg, Pecinta Bali, Pelajar Hindu Bali, profesional asal Bali dan pendukung utama Pairi Daiza.

Dalam kesempatan tersebut hadir seniman Bali dengan berbagai keahlian menari, menabuh gamelan, menembang pupuh, kekawin/syair pemujaan, merangkai janur dengan penuh semangat memeriahkan acara.

Beberapa pertunjukan kesenian yang ditampilkan diantarannya: Tari Pendet, Tari Cendrawasih, Tari Sekar Jagat oleh grup Banjar Shanti Dharma Belgia, disusul Tari Puspanjali, Megibung oleh Grup Banjar Suka Duka Belanda.

Kemudian tembang macapat oleh Putu Anggawati dari Sekar Jagat Indonesia (Paris, Prancis), Gender Wayang oleh grup Bali Puspa Jerman, Genjek Kenyem Manis dan tari Panyembrama massal oleh seluruh penari Bali se-Eropa. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads