Rapat DPD Hujan Interupsi, Pengerucutan 9 Nama Dinilai Sulit

Berebut Ketua MPR

Rapat DPD Hujan Interupsi, Pengerucutan 9 Nama Dinilai Sulit

- detikNews
Senin, 06 Okt 2014 21:32 WIB
Rapat DPD Hujan Interupsi, Pengerucutan 9 Nama Dinilai Sulit
Ilustrasi: Rapat DPD
Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengadakan rapat untuk menentukan satu nama yang akan diajukan sebagai calon pimpinan MPR. Rapat dipimpin oleh senator asal Jawa Tengah Bambang Sadono.

"Masing-masing memaparkan 9 nama dikerucutkan menjadi 3 nama kemudian jadi 1 nama. Semua kandidat memaparkan masing-masing visi misi. Atau menandatangani pakta integeritas," ujar Bambang saat membuka rapat di Gedung Nusantara V MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2014).

Sembilan nama yang diusulkan oleh DPD yaitu; Asmawati, Abdul Ghafar Usman, Hudami Rani, Oesman Sapta, AM Fatwa, Akhmad Muqowam, John Pieris, Hana Hasanah Fadel Muhammad, dan Ajiep Padindang. Nantinya akan ditentukan satu nama saja dari nama ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini pun langsung mendapat interupsi dari peserta sidang. Senator asal Yogyakarta Mahmud menilai pengerucutan nama akan memakan waktu yang panjang.

"Tidak mudah untuk mufakat dari sembilan, jadi tiga, kemudian jadi satu nama. Oleh karena itu saya merasa tidak efektif. Sesuai dengan tatib saja yang kita sepakati. Tiga itu nanti yang kita usul betul ke sana. Pertimbangan perolehan suara nanti dari tiga itu kita lakukan pemilihan lagi untuk diberi ranking pemilihan kita. Tiga itu angka tengah," kata Mahmud.

"Hasil rapat konsultasi dengan MPR meminta satu nama. Kalau ada dua paket ada satu nama. Kita pertimbangkan tiga nama itu dalam internal kita. Tapi tetap 1 nama yang kita usulkan ke MPR," jawab Bambang.

Namun alasan tersebut kurang bisa diterima oleh seluruh anggota DPD. Senator asal Jambi Yulianti menuturkan bahwa sembilan nama tersebut merupakan usulan dari hasil rapat kelompok DPD.

"Pimpinan dalam mengambil keputusan ini muter-muter. Saya ingin sampaikan bahwa apa yang mengerucutkan 9 jadi 3 menurut saya tidak tepat. Kenapa harus kita kerucutkan 3 kenapa tidak 9 orang ini musyawarah mengajukan 1. Kalau tidak, voting saja!" ujar salah seorang peserta dengan nada tinggi.

(bpn/ahy)


Berita Terkait