"KMP Jakarta solid," kata Taufik di Kantor DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakpus, Senin (6/10/2014).
Ia menjelaskan KMP di DPRD DKI sama solidnya dengan KMP di parlemen Senayan. Ia yakin solid itu pun akan terlihat saat pemilihan wakil gubernur DKI nanti.
Soal wakil gubernur DKI, Gerindra dan PDIP-lah yang boleh mengajukan nama. Nama-nama itu akan diberikan ke DPRD DKI melalui Badan Musyawarah (Bamus), lalu menyerahkan nama ke pimpinan DPRD. Selanjutnya nama-nama itu diserahkan pada Ahok dan selanjutnya akan dipilih dalam rapat paripurna.
Siapa yang menjadi wakil gubernur DKI akan diputuskan dalam rapat paripurna. Keputusan bisa dilakukan dalam musyawah namun jika tak ditemukan kata mufakat maka akan dilakukan voting.
Paripurna ini akan menjadi alat uji kekompakan KMP Jakarta. Taufik yakin KMP akan memenangkan jagoannya jika pemilihan dilakukan melalui voting.
Pasalnya, dari 106 kursi anggota DPRD, KMP menguasai 58 kursi DPRD sedangkan koalisi Indonesia Hebat hanya 48 orang. "Untuk segala macam solid. Pokoknya keputusan dilakukan bersama. Termasuk calon wagub juga solid. Menang saya, 58 (anggota DPRD) kita," ucap Taufik yakin.
Ia enggan menjawab saat ditanya apakah KMP DKI akan mendesak agar pemilihan dilakukan secara voting. Ia pun enggan menjawab saat ditanya siapa yang akan diusung KMP.
Nama Taufik santer dikabarkan masuk dalam kandidat wakil gubernur yang akan diajukan Gerindra. Ia bahkan disebut sudah mendapatkan persetujuan Prabowo untuk maju menjadi DKI 2. Terlebih, posisi Ahok yang kini bukan lagi kader partai membuat Gerindra tak perlu memegang 'etika politik' yang sering disinggung PDIP.
Berikut komposisi kursi DPRD DKI:
Koalisi Merah Putih (KMP)
-Fraksi Gerindra: 15 orang
-PKS 11 anggota
-PPP 11 anggota
-Demokrat/PAN: 12 anggota
-Golkar: 9 orang
Total : 58 anggota
Koalisi Indonesia Hebat (KIH)
-PDIP 28 anggota
-Hanura: 10 anggota
-PKB: 6 anggota
-Nasdem: 6 anggota
Total 48 anggota
(bil/vid)











































