"Dari namanya Majelis, yang merupakan tempat rakyat melakukan permusyawaratan melalui para wakilnya saja, menunjukkan kuatnya harapan para pendiri republik untuk menempatkan
MPR sebagai representasi jati diri demokrasi Indonesia," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada detikcom, Senin (6/10/2014).
Hasto mengatakan musyawarah adalah jalan terbaik. Dia ingin anggota MPR memberi contoh musyawarah yang sejuk kepada rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
akan menilai sikap kenegarawanan elite politiknya," ujar mantan Deputi Kepala Staf Kantor Transisi ini.
PDIP dan koalisinya mendukung agar posisi ketua MPR diduduki oleh anggota DPD RI. Sikap ini disebut Hasto sejalan dengan sikap politik Jokowi-JK yang ingin mengedepankan konsepsi Trisakti melalui pendekatan pembangunan dari daerah.
"Mereka yang tidak setuju dengan tradisi musyawarah, Berarti memang menyimpan agenda tersembunyi terkait dengan masa depan demokrasi Indonesia yang bisa kembali pada praktik Orde Baru," ungkap Hasto.
(trq/erd)










































