Sepenggal Kisah Reuni Alumni Gontor Saat Mabit di Mina

Laporan dari Arab Saudi

Sepenggal Kisah Reuni Alumni Gontor Saat Mabit di Mina

- detikNews
Senin, 06 Okt 2014 17:11 WIB
Sepenggal Kisah Reuni Alumni Gontor Saat Mabit di Mina
Makkah - Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin dan Naib Amirul Hajj Din Syamsuddin melalui malam kedua Mabit di Mina dengan penuh kesan. Keduanya kedatangan tamu spesial, yakni sesama alumni Pondok Pesantren Gontor.

Kebetulan Pengasuh Pondok Modern Gontor Kiai Hasan Abdullah Sahal ke tenda tamu Menteri Agama menjadi awal reuni dadakan ini bermula. Tak lama kemudian tenda Menteri Agama di Mina penuh sesak dipadati alumni Gontor yang kebetulan sedang berhaji tahun ini.

Dalam temu kangen singkat ini hadir para alumni Gontor seperti Ketua MUI Din Syamsuddin, Amal F Zarkasyi, dan Akrim Mariyat yang juga pengasuh Gontor. Pertemuan ini semakin meriah karena kehadiran Dubes DI untuk Arab Saudi M Fachir, dan Mudjahid Danun (Alumni Gontor 1963 yang juga pendiri Persatuan Pelajar Muslim Eropa).

Obrolan pun berlangsung meriah mengisi waktu Mabit di Mina hingga tengah malam, Minggu (5/10/2014). Lukman yang juga Alumni Gontor pun ikut hanyut dalam pertemuan dengan para senior itu.

"Sekitar 30 alumni yang berhaji dengan berbagai latar belakang saling melepas rindu dengan barbagi kisha mereka. Alhamdulilah alumi Gontor bisa berperan di tempat dan bidangnya masing-masing, itu semua karena berkahnya kiai pengasuh yang begitu ikhlas, juga karena adanya kata sakti yang sejak bulan pertama di pondok selalu ditekankan kepada setiap santri yaitu kalimat 'Man Jadda Wajada' barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan di Makkah, Senin (6/10/2014).

Sepanjang pertemuan, Kiai Hasan dan para alumni senior banyak mengisahkan pengalamannya yang jadi bekal hidup alumni yang lebih junior. Meski kini mereka tinggal di Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat, baik sebagai pelajar maupun pekerja.

"Kalau ada anak Gontor kok bisa eksis di pemerintahan, jadi menteri, pimpinan MPR, anggota DPR, gubernur, bupati, dan lainnya, itu bukan luar biasa, itu biasa-biasa saja. Yang luar biasa itu kalau anak Gontor kok tak ada yang eksis di pemerintahan, itu salah Gontor-nya atau negara-nya," kata Lukman menirukan pesan Kiai Hasan.

Sementara itu Din Syamsuddin punya kesan sendiri dengan acara reuni dadakan yang digelar Minggu (5/10) malam tadi. "‎Yah karena kiai pimpinan pondok modern Gontor Kiai Hasan sedang berada di Tanah Suci berhaji atas undangan Raja dan kebetulan juga di tenda Amirul Hajj ada beberapa tokoh alumni ya selain Menag, Dubes, termasuk saya sendiri. Juga banyak alumni menunaikan ibadah haji yang ingin bersilaturahim. Maka terjadi pertemuan itu spontan saja," kata Din sembari tersenyum.

Silaturahim ini menjadi tali untuk mempererat persaudaraan alumni pesantren Gontor. "Yang hadir itu dari periode berbeda, ada yang di atas saya, ada yang di bawah saya seperti Pak Menteri. Selain kangen-kangenan juga dimaksudkan untuk tausiyah kepada yang muda," kata Din.

Din menuntut ilmu di Gontor selama empat tahun pada tahun 1790-an. Sama seperti Menag, Din mengambil kelas intensif atau kelas eksperimen.

(van/aan)


Berita Terkait