Mbah Tardjo:
Regenerasi Jangan Asal Anak Muda
Selasa, 11 Jan 2005 15:33 WIB
Jakarta - Sesepuh PDIP Mbah Tardjo mengusulkan agar anak-anak muda mengisi lapis kedua partai, seperti tingkat Sekjen. Tapi jangan asal anak muda. Siapa calonnya?"Saya usul ada regenrasi umur dan semangat dari pusat sampai ke bawah. Terutama untuk lapis kedua perlu regenerasi supaya bisa maju tahun 2009. Sekjen-sekjen itu saya usul anak muda. Tapi jangan asal anak muda," kata pria bernama lengkap Soetardjo Soerjogoeritno ini.Figurnya siapa? "Mungkin Roy BB Janis, atau Tjahjo Kumolo, atau mungkin Amris Hasan. Sedangkan Kwik Kian Gie lebih baik masuk dalam jajaran ketua saja. Kalau Panda Nababan lebih baik mengurus fraksi," urainya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di Nusantara III Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (11/1/2005).Ada kemungkinan Taufiq Kiemas menggantikan Mega? "TK itu urusan bensin saja lah, hehehe. Yang penting kalau sudah masuk partai harus komitmen, jangan malah mengurus istri muda, hehehe," seloroh Mbah Tardjo sambil bersikukuh tidak mau menyebut siapa yang dimaksud mengurus istri muda."Tapi regenerasi jangan asal anak muda. Yang penting jangan merekrut dari luar," ujarnya menanggapi banyaknya aktivis dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang baru masuk PDIP. Dia mengklaim sebenarnya ikut dalam deklarasi PRD. Namun dirinya tidak terlalu tahu orang-orang PRD, bahkan belum pernah bertemu Budiman Sudjatmiko yang pertama kali menjadi ketua umum PRD.Anggota Dewan Pertimbangan Pusat PDIP ini mengingatkan agar orang-orang yang selalu memanfaatkan money politics dihindari, baik bila ingin jadi pengurus maupun pada Pilkada nanti. "Bersihkan oknum yang pernah berbuat seperti itu," ujarnya.Khusus Pilkada, menurut dia, partai harus beri kesempatan kepada cabang atau anak cabang dalam menentukan calonnya untuk jadi bupati atau gubernur. Karena kalau hanya rekomendasi dari DPP tapi rakyat tidak mau, itu percuma.Yang sudah sejalan tentang regenerasi? "Pak Majid salah seorang sesepuh dan yang mudaan dikit Pak Kwik. Tapi terserah kongres konsepnya gimana," kata Mbah Tardjo.Sebenarnya apapun kejadiannya, lanjut dia, misalnya kekalahan PDIP kemarin, ketua umum sekarang masih bisa diterima grass root. Dia pun mengusulkan agar pendampingnya harus orang yang benar dan objektif. "Jangan asal bapak senang atau ibu senang. Ini kalau mau PDIP besar dan tidak ditinggalkan massanya," tukasnya.Mbah Tarjo juga yakin pemerintah tidak akan melakukan intervensi terhadap PDIP. "Menurut pengalaman masa lalu di zaman Orba, kehebatan Mega memang di situ, menangkal intervensi pemerintah," tandas dia.
(sss/)











































