Belum semua kendaraan yang parkir di kawasan ini membayar melalui mesin, khususnya kendaraan roda dua. Masih banyak pengendara yang membayar parkir dengan uang kertas dan diserahkan langsung pada petugas parkir.
Pantauan di Jalan Sabang, Senin (6/10/2014), usai memarkir kendaraannya, pemotor langsung meninggalkan area parkir. Petugas parkir juga tidak mengingatkan para pemilik kendaraan tersebut untuk membayar di mesin parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas parkir berkilah akan meminta pemilik kendaraan tersebut untuk membayar saat pulangnya nanti. "Nanti saya ingetin pas pulangnya," kata petugas parkir, Yusuf.
Tak hanya Randi, pagi ini, ada lebih dari 5 pemotor yang melakukan hal serupa. Namun kepada pengendara mobil, petugas tampak lebih peduli. Mereka mengingatkan para pemilik mobil untuk membayar di mesin parkir meter.
"Bayar dulu Pak di mesin parkir," ujar petugas parkir, Chairuddin.
Ia lalu memberikan uang receh untuk ditukar oleh pemilik kendaraan. Chairuddin tak perlu membimbing lagi karena pemilik kendaraan telah paham bagaimana cara membayar di mesin parkir meter.
Pria berusia 45 tahun ini mengungkap berbagai keluhan para pemarkir kendaraan di Jalan Sabang. Banyak yang merasa ribet dan tidak efektif.
"Mereka bilang ribet kalau mesti pakai koin, mending pakai kartu," katanya.
Salah satu mesin parkir meter, diakuinya sempat rusak. Namun pihak PT Mata Biru telah datang untuk memperbaikinya.
"Itu ternyata karena sistem," ujarnya.
Saat ini, menurut Chairuddin, semua mesin parkir meter dapat digunakan dengan baik. Namun sayangnya CCTV yang sedianya akan dipasang bersamaan dengan pemasangan mesin parkir meter belum terlaksana hingga saat ini.
(kff/aan)











































