Jasad sopir truk, Dedy Sulaiman (31), yang terlibat kecelakaan bersama Lamborghini hijau milik pengacara Hotman Paris Hutapea sudah dibawa keluarganya dari RSCM. Jasad Dedy tidak diautopsi.
Dedy merupakan warga Belendung RT 2 RW 8 Tangerang, Banten. Menurut penanggung jawab kamar jenazah RSCM Adi Zaenal, jasad Dedy diambil keluarga pukul 11.30 WIB.
"Jenazah diantar Polantas tadi pukul 08.03 WIB. Dicek dokter hanya cek luar, wajah dan luka luar," tutur Adi saat berbincang dengan detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab sopir tewas belum diketahui. Pihak tol PT Citra Marga Nusapala Persada (CMNP) yang mengelola tol Wiyoto Wiyono melalui petugas tolnya mengatakan sopir truk sempat turun setelah truk terguling, kemudian ditabrak oleh Lamborghini.
Sedangkan polisi, setelah memeriksa Hotman dan saksi-saksi mengatakan Dedy meninggal karena kepala terbentur aspal jalan.
"Truk itu menghantam guard rail jalan, (sopir) terlempar keluar, wajah sopir kena aspal," kata Kasat Lantas Jakarta Utara AKBP Sudarmanto kepada wartawan di kantornya, Jl Gunung Sahari, Jakarta, Minggu (5/10/2014) siang.
Sudarmanto mengatakan, hasil penyelidikan sementara, kecelakaan disebabkan oleh truk yang mengalami ban pecah di lajur kiri. Truk lalu terguling ke kanan dan menabrak guard rail. Truk juga menyenggol bus Damri yang sedang melaju di lajur tengah.
"Damri ikut oleng ke kanan karena tersenggol truk. Sementara di lajur paling kanan itu ada mobil Hotman Paris. Mobilnya Hotman kena Damri," jelas Sudarmanto yang telah memintai keterangan Hotman.
Keterangan Sudarmanto ini berbeda dengan keterangan yang muncul sebelumnya. Menurut petugas jalan tol, Lambo menabrak sopir truk yang keluar dari truknya yang terguling. Sedang menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, mobil Hotman menabrak bodi truk yang terguling.
(nwk/nrl)











































