Pantauan detikcom, ribuan jamaah haji Indonesia melempar jumroh dari siang hingga sore ini. Ribuan jamaah pula yang melewati terowongan Moaisem, Mina, Sabtu (4/10/2014).
Terowongan ini dilengkapi eskalator datar sehingga jamaah tak terlalu banyak jalan kaki. Tapi kondisi jamaah yang sudah lelah sejak di Arafah dan melontar jumroh membuat banyak jamaah kelelahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti Marmahan Sukin, jamaah haji wanita asal Situbondo yang kelelahan dan terdiam di depan eskalator ketiga di dalam terowongan Moaisem. Ibu ini didampingi empat orang temannya. Sudah beberapa kali terjatuh, Marhaman sulit berjalan dan harus dipapah teman-temannya.
Rombongan ini juga belum makan karena berada di luar maktab pada jam makan siang. "Kami belum makan semua pak," kata salah satu jamaah.
Beruntung tim media center membawa beberapa kurma untuk sekedar mengisi energi para jamaah. Kemudian Marhaman pelan-pelan diajak berjalan ke luar terowongan untuk menuju sektor khusus.
Sementara itu Sawi Rochani, jamaah asal Kulon Progo, DI Yogyakarta, sudah jatuh 8 kali. Dia butuh kursi roda, namun tak ada petugas kesehatan di sepanjang terowongan. Sedikit dipaksa, meski tertatih, Sawi berjalan perlahan-lahan melanjutkan perjalanan sembari berharap bertemu petugas kesehatan yang bisa meminjamkan kursi roda.
Sementara itu puluhan jamaah terpisah dari rombongannya dan diam menunggu ada jamaah haji Indonesia lewat dan berharap bertemu teman semaktabnya. Saat Tim Media Center Haji datang, para jamaah pun mau diajak jalan bersama-sama menuju sektor terdekat untuk mengetahui posisi maktabnya.
Kondisi jamaah haji harus prima untuk menuntaskan tahapan berikutnya. Jamaah haji masih harus melempar jumroh selama dua hari ke depan. Tentu saja mabit di Mina juga memerlukan cadangan energi yang besar karena energi yang terkuras cuaca ekstrim cukup besar.
(van/vid)











































