Jamaah Diimbau Jangan Banyak ke Luar Tenda Selama di Mina

Laporan dari Arab Saudi

Jamaah Diimbau Jangan Banyak ke Luar Tenda Selama di Mina

- detikNews
Sabtu, 04 Okt 2014 20:04 WIB
Jamaah Diimbau Jangan Banyak ke Luar Tenda Selama di Mina
Makkah - Suhu ekstrim di Mina ditambah kelelahan jamaah pasca wukuf di Arafah mengakibatkan banyak jamaah haji terserang penyakit bahkan meninggal. Karena itu para jamah diimbau tak terlalu banyak beraktivitas di luar tenda.

"Karena sebagaian jamaah sudah kelelahan wukuf di Arafah. Memang di Mina itu kan hanya Mabit sehingga banyak jamaah beraktivitas di luar tenda. Ini harus dihindari karena siang terik dan malam banyak angin dan angin malam sangat berbahaya untuk kesehatan," kata Kepala Humas Kemenag, Rosidin Karidi, kepada wartawan di Kantor PPIH Daker Makkah, Sabtu (4/10/2014).

Sebagai informasi, suhu maksimal di Mina hari ini melewati 39 derajat celcius. Selain itu, jamaah haji harus banyak minum air putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belajar dari banyaknya jamaah haji yang sakit dan terserang heat stroke karena suhu ekstrim di Arafah. "Perbanyak minum air," imbaunya.

Kondisi tenda jamaah haji di Mina sendiri lebih baik dibanding di Arafah. Tenda di Mina adalah bangunan semi permanen.

"Tenda di Mina dilengkapi AC," terang Rosidin.

Sementara untuk menjaga jamaah, petugas haji bersiaga 24 jam di Mina. Baik petugas kesehatan maupun petugas yang siap dengan sepeda motor 'Astuti' (Astrea Tujuh Tiga) mengantar jamaah haji yang tersesat.

Jamaah haji akan mabit selama dua malam di Mina, berikut runtutan kegiatan jamaah haji selama di Mina:

Pertama, melempar jumrah aqabah, yaitu jumrah yang terdekat dari Mekah

Kedua, sembelihlah hewan dan bagi yang berkewajiban

Ketiga, cukurlah dengan bersih atau pendekkan rambut. Bagi wanita cukup menggunting ujung rambutnya sepanjang ujung jari.

Tiga perkara di atas lebih afdhal dilakukan secara tertib. Namun tidak jadi masalah mendahulukan satu dari yang lainnya.

Apabila telah selesai melempar dan bercukur, berarti Anda telah melakukan tahalul awal , dan diperbolehkan menggunakan pakaian biasa dan yang tadinya menjadi larangan ihram, kecuali berhubungan suami istri.

Keempat, berangkat ke Mekah untuk melaksanakan thawaf ifadhah, kemudian sa'i untuk haji tamattu. Thawaf ifadhah dan sai ini boleh diakhirkan pelaksanaannya sampai lewat hari-hari Mina.

Kelima, setelah thawaf ifadhah dan sa'i, kembalilah ke Mina dan bermalam pada tiga malam hari-hari tasyriq, malam kesebelas, keduabelas, dan ketigabelas. Namun bagi jemaah yang melaksanakan nafar awal diperbolehkan meninggalkan Mina pada hari keduabelas.

Keenam, lontarkan ketiga jumrah selama menetap di Mina setelah matahari tergelincir dimulai dari Ula, Wustha, dan Aqabah. Setelah melempar jumrah Ula dan Wustha, jemaah haji disarankan berdoa sambil mengangkat tangan menghadap kiblat apa saja yang diinginkannya.

(van/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads