Penyebab awalnya sangat sederhana yakni kurang minum. Sehingga pada saat tubuh terpapar suhu tinggi di atas 43 derajat seperti pada saat wukuf kemarin membuat jamaah terserang heat stroke.
"Jadi jangan disepelekan kekurangan air. Ini menimbulkan sebuah problem yang dalam istilah kedokteran dikenal heat stroke. Panas dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan. Proses itu hanya bisa diminimalisir dengan banyak minum. Karena itu yang terkena jamaah risiko tinggi," kata anggota KPHI, dr Abidin Syah S, kepada wartawan, Sabtu (4/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPHI mengharapkan ada operasi air yang darurat itu pembagian air untuk jamaah. Jadi minimal dua botol lah untuk jamaah yang berangkat ke Muzdalifah," โkata Ketua KPHI Slamet Effendi Yusuf.
KPHI juga mengimbau jamaah haji untuk tak lupa minum. Terus membekali diri dengan air minum agar tidak dehidrasi dan berpotensi terserang heat stroke, apalagi jamaah yang risiko tinggi atau sudah tua.
"โYa menjadi triger itu tadi. Jadi oleh karena itu kita imbauan kepada jamaah agar jamaah memperhatikan minum," kata Slamet.
(van/vid)











































