PKB Indikasikan Koalisi Indonesia Hebat Akan Dukung Perpu Pilkada

PKB Indikasikan Koalisi Indonesia Hebat Akan Dukung Perpu Pilkada

- detikNews
Sabtu, 04 Okt 2014 13:38 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menandatangani Perpu Pilkada langsung sebagai respon atas UU Pilkada yang mengatur pemilihan lewat DPRD. Koalisi Indonesia Hebat masih belum menunjukkan sikap apakah akan ikut mendukung atau menolak Perpu tersebut.

Namun anggota fraksi PKB di DPR, Anna Muawanah mengindikasikan pihaknya akan ikut mendukungnya saat pembahasan di DPR. ‘Terlalu dini untuk katakan bahwa Koalisi Indonesia Hebat tidak akan dukung Perpu,” kata Anna.

Hal ini dikatakannya dalam diskusi Polemik Sindo Radio yang digelar di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/10/2014). Dia merespon sindiran politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang menyebut bahwa partai yang tak dukung Perpu harus siap menerima azab pada Pilpres 2019.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Karena memang dari awal kami inginkan Pilkada langsung. Misi kami di PKB jangan rampas hak rakyat,” imbuhnya. Perpu yang diresmikan SBY pada Kamis (2/10) lalu disebutnya belum tiba hingga saat ini di DPR.

Lebih lanjut, Anna menyindir sikap Demokrat yang walk out secara tiba-tiba saat pembahasan RUU Pilkada itu. Menurutnya, andai saja partai besutan SBY itu menyampaikan dukungannya sejak awal untuk Pilkada langsung, maka UU itu akan batal disahkan. Presiden SBY juga tak perlu menghabiskan energi untuk membuat Perpu.

“Waktu kami rapat konsultasi pimpinan fraksi-fraksi, partai Demokrat ajukan 10 syarat pilkada langsung. itu kita sudah mendukung. Tiba-tiba dalam paripurna kami terkaget-kaget karena juru bicara Demokrat bilang seolah-olah kami tidak mendukung. Waktu kita hitung dengan PDIP dan Partai Demokrat kami sudah menang,” ujarnya.

Walau mengindikasikan akan mendukung Perpu tersebut, Anna masih tak habis pikir soal keputusan SBY yang tak sinkron sehingga dituding pencitraan. “Di sinilah Partai Demokrat ada keragu-raguan hingga sekarang jadinya dituduh pencitraan yang dikatakan mendadak keluarkan Perpu,” tegasnya.

(ros/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads