Koalisi Merah Putih sudah menyiapkan matriks kursi kelengkapan DPR. PDI Perjuangan mengaku tak mempersoalkan sapu bersih alat kelengkapan.
"Silakan, karena apa? Karena kalau pendekatannya suara terbanyak, voting, ya PDI Perjuangan walaupun pemenang pemilu yang seharusnya berhak ketua DPR saja sudah dikunci. Dengan tatib yang baru yang tidak mengusulkan, sebagai partai pemenang dan sebagai fraksi mengusulkan paket pimpinan dewan saja tidak bisa, sudah dikunci tatib, ya sudah. Kalau mereka sudah menyusun konsep sampai detail, ya silakan," kata Sekjen Tjahjo Kumolo di kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jaksel, Jumat (3/10/2014).
Ia mengatakan komunikasi politik masih terus dilakukan kubu PDIP cs. Namun, jika pemilihan perangkat kelengkapan dewan dilakukan melalui voting, maka kubu PDIP harus kembali menelan kekalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa disampaikan Ketua DPP Puan Maharani. Menurutnya, PDIP masih akan berjuang untuk membuat paket pimpinan MPR mereka. Namun, kalau pada akhirnya pimpinan MPR dan kelengkapan dewan juga tak didapatkan, partainya akan pasrah menerima.
"Kita masih terus berusaha tapi kalau nanti 6 Oktober hal itu terjadi (semua kelengkapan dewan diambil KMP), maka kami hanya bisa mengatakan 'ya sudah kalau tidak diberikan ruang, kami tidak diberikan kesempatan," ucap Puan.
(bil/fdn)











































