Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra Mohammad Taufik menanggapi kerusuhan saat FPI dan ormas-ormas lain berunjuk rasa di Gedung DPRD. Taufik berharap FPI dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sama-sama introspeksi terkait kerusuhan.
"Solusinya kedua belah pihak harus introspeksi diri. Pak Wagub (Ahok) kan pejabat publik, maka dia harus lebih soft-lah. Kalau mengeluarkan kebihakan sebaiknya dikaji dulu," kata Taufik saat dihubungi, Jumat (3/10/2014).
Taufik menilai, nada ucapan-ucapan Ahok terlalu keras. Kebijakan-kebijakannya juga berpotensi menimbulkan masalah. Taufik menyoroti kebijakan penertiban penjualan hewan kurban di trotoar, juga isu pelarangan pemotongan hewan kurban di SD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Taufik, FPI sebenarnya bisa diajak bicara baik-baik tanpa aksi rusuh. Dirinya menyatakan pernah menemui FPI dan berbicara baik-baik. Soal aksi FPI menolak Ahok menjadi Gubernur DKI, Taufik menanggapi.
"Kalau mengakibatkan kegaduhan ya bagaimana, ya nanti kita lihat seberapa besar kegaduhannya. Maka semua pihak harus menahan diri agar tidak ada kegaduhana," tuturnya.
Ahok sebelumnya menepis adanya isu soal dirinya yang melarang penyembelihan hewan kurban di SD. Ahok menegaskan, tudingan dia melarang pemotongan hewan kurban adalah fitnah. Masyarakat sebaiknya tak percaya saja begitu saja.
"Itu mah fitnah yang kurang cerdas. Saya kira warga DKI nggak goblok-goblok amat difitnah kayak gitu. Masa Ahok larang potong hewan kurban. Orang demen makan sapi kok. Gimana, ketupat saja gua demen," tutur Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (24/9).
(dnu/fdn)











































