Dua Wajah Sang Tumenggung

Kisruh Birokrasi Temanggung (4)

Dua Wajah Sang Tumenggung

- detikNews
Selasa, 11 Jan 2005 12:52 WIB
Jakarta - Totok Ary Prabowo mungkin salah satu sosok yang pandai mengendalikan diri. Walau didera tekanan hebat akibat polah bawahan-bawahannya yang mundur ala bedol desa, raut muka bupati Temanggung ini tetap tenang. Kata-katanya lancar dan jelas, terstruktur tanpa emosi. Begitu kesan yang tertangkap saat Totok menggelar jumpa pers di Temanggung, Senin (10/1/2005). Tak lupa saat membuka dan menutup percakapan, ia fasih melantunkan doa keselamatan.Menerka siapa sesungguhnya gerangan Totok Ary Prabowo sungguh sulit. Di depan publik, ia kerap muncul sebagai sosok bupati ideal. Agamis, rajin mengingatkan kemungkinan praktik KKN, punya visi ke depan soal masa depan Temanggung dan juga peduli pada masalah wong cilik di wilayahnya. Soal yang terakhir, Totok sudah membuktikannya. Agustus 2004 lalu, ketika petani tembakau Temanggung mengeluh harga tembakau yang jatuh, Totok cepat mengambil tindakan. Ia menerbitkan SK Bupati Nomor 525.2/213/2004 yang memerintahkan menarik retribusi bagi setiap pengiriman tembakau non Temanggungan yang besarnya bervariasi antara Rp 200 ribu hingga Rp 1,5 juta tergantung tonase pengiriman. Tujuan SK itu adalah untuk mengerem arus masuk tembakau luar yang kerap dicampurkan pada tembakau Temanggungan sehingga kualitas tembakau lokal yang terkenal tinggi, anjlok.Meski SK tersebut belakangan dicabut karena protes para petani tembakau di luar Temanggung, namun niatan Totok untuk melindungi petani, jadi catatan khusus bagi warganya di Temanggung.Publik juga merekam sikap positifnya tatkala membuka penerimaan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pemkab Temanggung. Saat itu, di hadapan 2.448 pelamar yang memperebutkan 230 posisi sebagai tenaga Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan petugas kebersihan, Totok mengambil sumpah semua peserta agar mengikuti seleksi secara benar, tidak dengan jalan KKN. "Bantuan hanya datang dari Tuhan, saya akan beri sanksi keras oknum yang mencari keuntungan pribadi," tegas Totok saat itu.Soal visi, Totok juga boleh diadu. Ia mempelopori pengumpulan zakat tahunan di lingkungan PNS Pemkab Temanggung. Harapannya, Temanggung menjadi wilayah Agamis dan Islami. Sama besar dengan tekadnya menjadikan Temanggung bebas keluarga Pra Sejahtera di tahun 2005.Namun halnya juga setiap manusia, Totok juga punya reputasi yang bertolak belakang dengan citranya di muka publik. Bagi sebagian pegawai Pemkab Temanggung, kerap diucapkan dengan nada berbisik sebagai tiran dari Jakarta. Maklum, gaya kepemimpinannya, terutama soal kepegawaian kontroversial.Sebagai bupati yang baru menjabat 16 bulan, plus embel-embel ia bukan putra daerah (sebelum menjadi bupati, Totok adalah PNS di Depdagri Jakarta), Totok terbilang berani menggonta-ganti aparatur di bawahnya. Pejabat bisa dipindahkan seenak hati tanpa penjelasan yang cukup pada yang bersangkutan. Masih mending jika satu level, kadang malah si pejabat terkena degradasi.Mantan Kabag Humas Pemkab, Subekti Prijono contohnya. Hanya beberapa saat setelah Totok menjadi bupati, Subekti digeser hanya menjadi pejabat setingkat Kepala Sub Dinas Bina Program di Dinas Sosial. Tragedi pencopotan itu dituding banyak pihak tanpa alasan yang jelas.Selain soal kepegawaian, Totok juga kerap dicap terlalu kaku, jika tidak mau dikatakan kejam. Syahdan, seorang satpol PP yang lalai dan tertangkap mata oleh Totok, pernah dihukum untuk melakukan gerakan push up sebanyak 1.000 kali sebagai kompensasi atas kelalaiannya.Kasus ini sempat menggelinding hingga diwartakan sebuah suratkabar nasional terkemuka. Sang Bupati yang tak terima dituding arogan, mensomasi suratkabar tersebut. Dan entah kenapa, kemudian sumber si suratkabar membantah pernyataannya sendiri sehingga memaksa pemimpin redaksi suratkabar tersebut meminta maaf langsung kepada Totok di Temanggung.Bupati Totok Ary Prabowo terbilang belia untuk ukuran pejabat bupati di Indonesia. Ia dilahirkan 20 Juli 1969. Belum genap 36 tahun, masih 35 tahun. Totok mengawali karir sebagai CPNS di Depdagri pada tahun 1993. Ia mengenyam pendidikan S1 dari Universitas Jayabaya dan sempat melanjutkan sekolah di Universitas Indonesia dan pascasarjana di Universitas Murdoch, Australia. Totok telah menikah Sri Widayati dan dikaruniai 2 anak yang masih kecil-kecil yakni Irham WP (lahir 1998) dan Irsa WP (1999).Terpilihnya Totok sebagai bupati Temanggung terbilang mengejutkan. Di bawah bendera Golkar, duetnya bersama Mukhamad Irfan sukses meraup 23 suara dari 45 total suara DPRD Temanggung. Pesaingnya, calon dari koalisi PDIP-PKB, pasangan Moeljadi Bambang Soekarno-Elly Dradjati Mulyono, keok. Mereka hanya meraih 21 suara. Padahal, secara kwantitas, jago PDIP mestinya unggul. Total gabungan suara mereka dengan PKB setara dengan 23 suara.Karenanya tatkala pemilihan bupati, anggota satgas PDIP sempat memasuki gedung DPRD Temanggung dan berteriak-teriak menghujat anggota fraksi PDIP yang dituduh telah membelot. Buntut dari kekalahan itu juga, mayoritas anggota fraksi PDIP dan PKB menolak untuk hadir saat Totok dilantik menjadi bupati oleh Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto, 28 Juli 2003.Totok Ary Prabowo pun resmi menjadi bupati Temanggung. Bila di jaman Majapahit, pangkatnya setara dengan adipati. Tapi karena muda belia, kita sebut saja ia Temenggung dari Temanggung. Faktanya, kini, sepak terjang sang tumenggung tengah disorot publik. (diks/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads