Daddy yang kerap melakukan perampasan sepeda motor di wilayah Tamalanrea dan Biringkanayya ini tidak segan membunuh korbannya.
Kanit Resmob Polrestabes Makassar Iptu Sandy Galih Putra pada detikcom menyebutkan tersangka merupakan DPO dengan beberapa daftar kasus yang dilaporkan di Polsek Tamalanrea dan Polsek Biringkanayya, seperti kasus pemanahan korban bernama Riswan, yang menyebabkan korban meninggal dunia pada 6 september lalu, di jalan Baddoka, Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka merupakan pimpinan geng motor Lontara, yang kerap beraksi di daerah timur Makassar. Dua korbannya meninggal dunia. Selain itu dia juga mengakui pernah melempar bom molotov sebuah asrama Luwu di jalan Bung, Tamalanrea, dia terpaksa dilumpuhkan karena mau kabur," pungkas Sandy.
Selain penangkapan ketua geng motor Lontara, Humas Polrestabes Makassar Kompol Mantasiah Djamil, juga merilis hasil sweeping yang dilakukan Polsek Tamalate pada Kamis malam kemarin (2/10), pukul 23.00 Wita. Polisi berhasil mengamankan seorang remaja bernama Taufik Ramadhan (23), karena kedapatan membawa 3 anak panah beserta ketapel pelontarnya.
(mna/try)











































