Batu-batu berserakan di depan kantor DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Sedikitnya 17 personel polisi, termasuk Kapolsek Gambir AKBP Putu Putera Sadana terluka karena dilempar batu. Dari pihak FPI, 4 anggota mengalami luka-luka.
Massa FPI juga melempari Gedung Balai Kota. Tujuh mobil mewah yang terparkir di Gedung DPRD DKI Jakarta juga menjadi korban amukan massa FPI. Sebuah halte pun turut terbakar saat demo brutal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 4 aksi anarkis FPI:
1. Lempari Polisi
|
|
Kerusuhan bermula saat orator demo meminta agar barisan maju dua langkah, Jumat (3/10/2014). Hal itu membuat pendemo berhimpitan dengan polisi. Karena polisi kalah jumlah, maka polisi yang berada di dalam gerbang DPRD berniat menambah pasukan dan membuka gerbang.
Polisi lalu siaga memakai tameng. Namun pendemo FPI kian beringas kemudian spontan melempari polisi dengan batu.
"Allahu Akbar! Allahu Akbar!" teriak pendemo.
Akibatnya, 3 polisi cidera di bagian kepala. Keduanya dibawa ke ruang masuk kesehatan di Balaikota karena sobek di pelipis matanya. Selain polisi yang terkena batu, beberapa mobil yang diparkir di DPRD berbunyi alarmnya sehingga suasana di DPRD semakin berisik.
Melihat pendemo yang kian beringas, polisi lalu menyemprotkan gas air mata. Pendemo yang mengenakan pakaian serba putih itu pun lari kocar-kacir menuju Tugu Tani.
Lalu lintas dari Kebon Sirih menuju Tugu Tani pun sempat terhenti karena dialihkan ke arah Medan Merdeka Barat dan Bundaran HI. Namun hingga pukul 14.43 lalu lintas sudah dibuka kembali.
Bentrok polisi dan FPI berlangsung sekitar 20 menit. Namun hingga kini polisi masih bersiaga.
2. Melempari Kantor Ahok
|
|
Namun berdasarkan pantauan, Jumat (3/10/2014), massa yang berhasil diusir dari depan gedung DPRD DKI justru mengarah ke depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan. Sesaat setelah tiba di depan gedung Balai Kota, massa langsung melempar batu dan beling ke arah gedung. Ratusan polisi lengkap dengan peralatan tameng dan pentungan yang dibantu aparati Satpol PP langsung menghalau. Polisi mencoba menghalau massa yang anarkis ke arah Tugu Tani.
Polisi menghalau massa dengan menyemprotkan air dari Water Cannon yang datang dari arah Patung Kuda. Polisi juga menembakkan gas air mata ke arah untuk membubarkan massa. Aksi anarkis massa masih berlangsung.
Akibat kerusuhan aksi demo ini, polisi mengalihkan lalin dari arah Tugu Tani ke Istiqlal.
3. Mobil Mewah Jadi Korban
|
|
Pantauan di lokasi, Jalan Kenbon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014), mobil-mobil tersebut masih terparkir di halaman Gedung DPRD. Sekeliling mobil sudah dipasangan garis polisi.
7 Mobil tersebut antara lain Toyota Vellfire putih bernopol B 507 ABU dengan lambang garuda emas di pelat nomornya, Honda Brio merah B 1378 KZT, BMW biru B 2747 MK, Toyota Avanza hitam B 1335 TYB, Kijang Innova hitam B 2830 N, Nissan Evalia abu-abu B 264 UJE, dan Toyota Rush B 123 DSC.
Batu, pecahan kaca, sandal jepit, kotoran sapi di sana juga sudah ditandai dengan kapur oleh polisi. Area di sekitar halaman DPRD juga telah steril.
Sejumlah anggota FPI juga dibawa ke Polda Metro Jaya. Empat orang di antaranya terluka dan langsung dibawa ke Klinik Biddokes Polda Metro Jaya untuk mendapatkan perawatan.
4. Halte Terbakar
|
|
Halte yang terbakar ini terletak di antara Jl Medan Merdeka Selatan dan Jalan Medan Merdeka Timur. Bara api masih terlihat di atap halte tersebut. Kobaran api membuat halte ini bolong. Beberapa orang petugas kebersihan masih mengguyur halte ini dengan air, Jumat (3/10/2014).
"Kalau penyebab pastinya bagaimana halte ini terbakar saya tidak tahu," kata petugas yang sedang menyiram halte ini," kata petugas itu.
Anggota FPI sempat menimpuki anggota kepolisian yang berjaga-jaga di depan DPRD. Polisi kemudian menghalau mereka. Anggota FPI kemudian kocar-kacir. Sebagian lari ke halte yang terbakar ini. Polisi terus memburu anggota FPI yang lari tersebut. Para anggota FPI kemudian kembali melarikan diri dari halte tersebut.
Halaman 2 dari 5











































