4 Aksi Anarkis FPI Anti Ahok, Lempari Polisi Hingga Rusak Mobil

4 Aksi Anarkis FPI Anti Ahok, Lempari Polisi Hingga Rusak Mobil

- detikNews
Jumat, 03 Okt 2014 17:37 WIB
4 Aksi Anarkis FPI Anti Ahok, Lempari Polisi Hingga Rusak Mobil
Jakarta - Demo massa Front Pembela Islam (FPI) menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadikan Gubernur DKI Jakarta menggantikan posisi Joko Widodo (Jokowi) berakhir ricuh. Belasan anggota polisi dan anggota FPI terluka. Gedung Balai Kota dan sejumlah mobil ikut jadi sasaran kemarahan FPI.

Batu-batu berserakan di depan kantor DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Sedikitnya 17 personel polisi, termasuk Kapolsek Gambir AKBP Putu Putera Sadana terluka karena dilempar batu. Dari pihak FPI, 4 anggota mengalami luka-luka.

Massa FPI juga melempari Gedung Balai Kota. Tujuh mobil mewah yang terparkir di Gedung DPRD DKI Jakarta juga menjadi korban amukan massa FPI. Sebuah halte pun turut terbakar saat demo brutal itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa FPI digebuk mundur. Suara tembakan gas air mata dilepaskan polisi. Suasana kian mencekam dan massa FPI kocar-kacir. 21 Anggota FPI telah diamankan. Sang korlap FPI Habib Shahab kini diimbau menyerahkan diri ke polisi. Apabila korlap tidak menyerahkan terancam dijemput paksa.

Berikut 4 aksi anarkis FPI:

1. Lempari Polisi

Demo massa FPI di depan kantor DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, rusuh. Sekitar 300 orang pendemo yang menolak naiknya Ahok sebagai gubernur melempar batu ke polisi.

Kerusuhan bermula saat orator demo meminta agar barisan maju dua langkah, Jumat (3/10/2014). Hal itu membuat pendemo berhimpitan dengan polisi. Karena polisi kalah jumlah, maka polisi yang berada di dalam gerbang DPRD berniat menambah pasukan dan membuka gerbang.

Polisi lalu siaga memakai tameng. Namun pendemo FPI kian beringas kemudian spontan melempari polisi dengan batu.

"Allahu Akbar! Allahu Akbar!" teriak pendemo.

Akibatnya, 3 polisi cidera di bagian kepala. Keduanya dibawa ke ruang masuk kesehatan di Balaikota karena sobek di pelipis matanya. Selain polisi yang terkena batu, beberapa mobil yang diparkir di DPRD berbunyi alarmnya sehingga suasana di DPRD semakin berisik.

Melihat pendemo yang kian beringas, polisi lalu menyemprotkan gas air mata. Pendemo yang mengenakan pakaian serba putih itu pun lari kocar-kacir menuju Tugu Tani.

Lalu lintas dari Kebon Sirih menuju Tugu Tani pun sempat terhenti karena dialihkan ke arah Medan Merdeka Barat dan Bundaran HI. Namun hingga pukul 14.43 lalu lintas sudah dibuka kembali.

Bentrok polisi dan FPI berlangsung sekitar 20 menit. Namun hingga kini polisi masih bersiaga.

2. Melempari Kantor Ahok

Demostrasi massa FPI yang berjumlah sekitar 300 orang di depan gedung DPRD DKI Jakarta berakhir rusuh. Puluhan polisi yang bersiaga di gedung dewan tersebut berhasil menghalau massa.

Namun berdasarkan pantauan, Jumat (3/10/2014), massa yang berhasil diusir dari depan gedung DPRD DKI justru mengarah ke depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan. Sesaat setelah tiba di depan gedung Balai Kota, massa langsung melempar batu dan beling ke arah gedung. Ratusan polisi lengkap dengan peralatan tameng dan pentungan yang dibantu aparati Satpol PP langsung menghalau. Polisi mencoba menghalau massa yang anarkis ke arah Tugu Tani.

Polisi menghalau massa dengan menyemprotkan air dari Water Cannon yang datang dari arah Patung Kuda. Polisi juga menembakkan gas air mata ke arah untuk membubarkan massa. Aksi anarkis massa masih berlangsung.

Akibat kerusuhan aksi demo ini, polisi mengalihkan lalin dari arah Tugu Tani ke Istiqlal.

3. Mobil Mewah Jadi Korban

Sebanyak 7 mobil menjadi korban amuk massa FPI di halaman Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat. Kaca mobil-mobil tersebut pecah terkena lemparan batu demonstran.

Pantauan di lokasi, Jalan Kenbon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014), mobil-mobil tersebut masih terparkir di halaman Gedung DPRD. Sekeliling mobil sudah dipasangan garis polisi.

7 Mobil tersebut antara lain Toyota Vellfire putih bernopol B 507 ABU dengan lambang garuda emas di pelat nomornya, Honda Brio merah B 1378 KZT, BMW biru B 2747 MK, Toyota Avanza hitam B 1335 TYB, Kijang Innova hitam B 2830 N, Nissan Evalia abu-abu B 264 UJE, dan Toyota Rush B 123 DSC.

Batu, pecahan kaca, sandal jepit, kotoran sapi di sana juga sudah ditandai dengan kapur oleh polisi. Area di sekitar halaman DPRD juga telah steril.

Sejumlah anggota FPI juga dibawa ke Polda Metro Jaya. Empat orang di antaranya terluka dan langsung dibawa ke Klinik Biddokes Polda Metro Jaya untuk mendapatkan perawatan.

4. Halte Terbakar

Atap halte yang terletak tidak jauh dari Stasiun Gambir terbakar. Halte yang terbakar ini sempat digunakan FPI untuk berkumpul saat petugas menghalau mereka di DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Halte yang terbakar ini terletak di antara Jl Medan Merdeka Selatan dan Jalan Medan Merdeka Timur. Bara api masih terlihat di atap halte tersebut. Kobaran api membuat halte ini bolong. Beberapa orang petugas kebersihan masih mengguyur halte ini dengan air, Jumat (3/10/2014).

"Kalau penyebab pastinya bagaimana halte ini terbakar saya tidak tahu," kata petugas yang sedang menyiram halte ini," kata petugas itu.

Anggota FPI sempat menimpuki anggota kepolisian yang berjaga-jaga di depan DPRD. Polisi kemudian menghalau mereka. Anggota FPI kemudian kocar-kacir. Sebagian lari ke halte yang terbakar ini. Polisi terus memburu anggota FPI yang lari tersebut. Para anggota FPI kemudian kembali melarikan diri dari halte tersebut.


Halaman 2 dari 5
(aan/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads