Koalisi Merah Putih (KMP) telah membuat matriks bagi-bagi kursi di DPR. Tak ada jabatan strategis yang disisakan untuk kubu lawan. Apa kata PDIP soal matriks ini?
β"Kita sudah 10 tahun menjadi minoritas dan kita tidak pernah takut dan grogi! Yang kita perjuangkan ideologi dan prinsip. Kalau mau dijegal hal teknis, silakan nanti rakyat yang akan berhadapan," kata politikus PDIP Aria Bima kepada wartawan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2014).
Aria sudah mendengar soal matriks ini. Dia mengatakan PDIP juga sudah membuat strategi antisipasi, namun sepertinya sulit untuk menjegal KMP yang mayoritas di DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dokumen yang beredar yang juga diterima detikcom, Jumat (3/10/2014), Golkar mendapat jatah kursi ketua komisi paling banyak, yaitu 3 kursi. Anggota KMP yang lain, yaitu Gerindra dan PAN masing-masing dua kursi, PKS dan PPP satu kursi. Partai Demokrat (PD) juga kebagian jatah dua kursi ketua komisi.
Golkar mendapat jatah kursi ketua Komisi II, III dan V. Gerindra dijatah kursi ketua Komisi I dan VIII, PAN dapat Komisi IV dan X, PD memimpin Komisi VII dan IX, PPP dijatah Komisi VI, dan PKS akan menguasai Komisi XI.
Di alat kelengkapan DPR, kursi ketua juga sudah dibagi rata, masing-masing parpol anggota KMP dijatah satu kursi. PPP dijatah kursi ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), PKS memimpin Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), PD berkuasa di Badan Legislasi (Baleg), Gerindra di pucuk pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), dan Golkar menguasai Badan Anggaran (Banggar).
Soal bagi-bagi kursi ini, Wakil Ketua Golkar Fadel Muhammad membenarkan bahwa fraksinya mendapat jatah tiga kursi ketua komisi di DPR. Namun Fadel enggan mengungkap komisi mana saja yang menjadi jatah Golkar.
"Benar!" kata Fadel saat dikonfirmasi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014).
(bil/trq)











































