Sekitar pukul 14.20 WIB, Jumat (3/10/2014), pintu gerbang perkantoran di Kebon Sirih ditutup. Sebagian karyawan melongok lewat jendela di lantai atas, sisanya memantau dari lobi. Tak jauh dari kantor mereka, massa berpakaian putih-putih berlarian ke sana ke mari tak tentu arah.
Situasi sungguh kacau. Puluhan pria beratribut FPI bergantian melemparkan sesuatu ke arah kantor DPRD. Sisanya memblokir jalan pada jarak 20 meter dari kantor DPRD. Begitu terdengar tembakan gas air mata, massa mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat setelah tembakan gas air mata, pelan-pelan massa mulai mencair. Hanya beberapa yang nekat melemparkan sesuatu ke gedung DPRD. Sebagian besar di antaranya mengambil motor yang diparkir di seberang kantor DPRD, lalu menjauh.
"Seram demonya. Tiba-tiba terdengar tembakan, lalu rusuh gitu," kata penjual siomay di dekat kantor DPRD. Mata si penjual tampak merah karena gas air mata.
Saat massa FPI menjauh dari kantor DPRD, polisi bertameng dan bersenjatakan pentungan bergerak bersamaan. Mereka 'mendorong' massa FPI ke arah Tugu Tani. Kali ini massa tidak melawan karena sudah kocar-kacir.
Jalan Kebon Sirih bersih dari pendemo sekitar pukul 14.40 WIB. Lalu lintas kembali lancar. Tapi aksi tidak berhenti karena massa bergeser ke Jl Medan Merdeka Selatan. Dari Jl Kebon Sirih, terdengar suara tembakan gas air mata berkali-kali. Dar-der-dor!
(try/nrl)











































