"Kita harus tetap mengedepankan keyakinan dan penghargaan," kata tokoh Papua, Pendeta Benny Giay, dalam diskusi 'Masa Depan Papua di Masa Jokowi-JK' di kantor KontraS, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2104).
Menurut Benny, masyarakat Papua bukanlah orang yang hanya suka bermimpi. Tapi tipe pekerja keras yang selalu berusaha mewujudkan mimpinya. Masyarakat Papua juga akan berusaha untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir puluhan warga Papua dalam diskusi ini. Mereka menggantungkan harapan Papua lima tahun ke depan ke pemerintahan Jokowi-JK.
"Mendapat kepercayaan warga Papua itu sesuatu. Bukan apa-apa, karena kepercayaan warga Papua terhadap pemerintah itu kecil," ungkap Koordinator National Papua Solidarity (Napas) Zely Ariane yang juga hadir dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu peneliti LIPI Cahyo Pamungkas menyatakan, isu yang saat ini berkembang di Papua dan harus segera diselesaikan terutama masalah stigma separatis.
"Penghapusan stigma separatis terhadap orang asli Papua dan stigma penjajah terhadap pemerintah," tutur Cahyo.
Selain itu terutama juga tentang percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat. Tak lupa tentang penyelesaian masalah tahanan politik.
"Amnesti untuk semua tahanan politik sebagai itikad baik pemerintah dan penegakan hukum terhadap pelanggar HAM, baik yang dilakukan TNI/Polri maupun kelompok sipil bersenjata," lanjutnya.
(rna/fjp)










































