Secara matematik kekuatan kubu Koalisi Indonesia Hebat di Dewan Perwakilan Rakyat kalah oleh Koalisi Merah Putih. Saat ini kekuatan Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menguasai separuh lebih di parlemen, yakni 352 kursi. Terdiri dari Golkar (91 kursi), Gerindra (73), PKS (40), PPP (39), PAN (48), dan Demokrat (61).
Sementara Koalisi Indonesia Hebat yang mengusung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla hanya menguasai 208 kursi yang terdiri dari; PDIP (109), PKB (47), NasDem (36), dan Hanura (16). Walhasil empat kali 'pertarungan' di DPR, Koalisi Indonesia Hebat kalah telak dari Koalisi Merah Putih.
Terakhir kubu Jokowi-JK kalah dalam perebutan pimpinan DPR. Sejumlah pengamat menilai dominasi kekuatan kubu lawan politik di DPR akan menjadi masalah bagi pemerintahan Jokowi-JK. Namun PDI perjuangan dan partai pengusung Jokowi-JK tak merasa gentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi menurut Hasto kursi pimpinan DPR saat ini bukanlah kunci. Dia mencontohkan saat Marzuki Alie menjadi Ketua DPR. Mestinya dengan menjadi Ketua DPR, Partai Demokrat bisa mendapat perolehan suara yang besar di pemilihan anggota legislatif April lalu.
"Faktanya kan kekuatan rakyatlah yang menentukan. Sehingga kami menghormati DPR, kami menempatkan DPR pada peran yang sangat penting di dalam sistem politik nasional kita, termasuk hubungan kelembagaan antara eksekutif dan legislatif. Tetapi dalam perspektif ini, DPR itu kedaulatannya berada di tangan anggota bukan berada di pimpinan," papar Hasto.
(erd/nrl)











































