Akibatnya, Malinda pun harus membuang daging payudaranya.
"Dia merasa nyeri, berdenyut-denyut. Jadi payudaranya itu meradang, kelihatannya keriput seperti kulit jeruk," ujar dokter Sri Ulina yang merawat Malinda di Lapas Wanita Sukamiskin saat ditemui di ruang kerja Kepala Lapas, Jalan Pacuan Kuda, Jumat (3/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena silikon sudah pecah nyebar ke kanan kiri, daging dibuang," jelas Sri.
Namun bukan berarti kini dada Malinda rata. Setelah operasi ia kembali dipasang kembali silikon payudara palsu.
"Yang dipakai sekarang yang model sekarang. Yang kalau tabrakan enggak pecah. Ukurannya juga bukan yang jumbo seperti sebelumnya, yang biasa saja," tutur Sri.
Malinda dirawat di RS Santosa Bandung sekitar seminggu pasca operasi tersebut. Perawatan setelahnya pun cukup merepotkan karena bagian payudaranya itu harus steril dan dibersihkan sehingga ia dirawat di poliklinik.
Setelah kondisinya membaik, kini ia kembali berurusan dengan silikon. Namun kali ini pada bagian bokong.
"Karena silikon di bokongnya lepas sebelum dia pindah ke sini. Dia jadi ngilu kalau duduk lama, karena dari kulit langsung ke tulang," jelas Sri.
Karena itu, kini Malinda menjalani operasi pemasangan silikon di bokongnya.
Ia masuk keluar lapas sejak Selasa 23 September 2014 lalu dan belum kembali hingga hari ini.
"Dia masih belum bisa duduk. Jadi hanya tengkurap saja," sebut Sri.
(tya/ndr)











































