Persaingan antara kubu Koalisi Indonesia Hebat dengan Koalisi Merah Putih menghasilkan 'skor' sementara 4-0. Terakhir Koalisi Indonesia Hebat yang mengusung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla kalah dalam pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis (2/10/2014) dini hari.
Meski dikalahkan empat kali oleh Koalisi Merah Putih di parlemen, kubu Jokowi-JK tak merasa terjegal. "Kami tidak kalah, kami memiliki kemenangan moral, kami memiliki kemenangan di dalam mempertahankan prinsip-prinsip, kami punya keberanian moral untuk tidak melakukan transaksi," kata mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK Hasto Kristiyanto kepada wartawan di Rumah Transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014).
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan, aneka peristiwa yang terjadi di DPR kemarin menunjukkan bahwa Koalisi Indonesia Hebat konsisten untuk tidak melakukan 'transaksi'. Kubu Jokowi-JK menurut Hasto sungguh-sungguh memperjuangkan agar pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung, bukan melalui DPRD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang 'kekalahan' Koalisi Indonesia Hebat yang beranggotakan PDI Perjuangan, PKB, Partai Hanura dan Partai NasDem terjadi di forum resmi dan disahkan oleh DPR. Namun menurut Hasto, ada kekuatan lain di belakang Koalisi Indonesia Hebat.
"Buktinya rakyat juga akan bersuara, buktinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) juga bersuara," papar Hasto, merujuk statemen KPK tentang terpilihnya Setya Novanto sebagai ketua DPR.
(erd/nrl)










































