"Dalam beberapa hari lagi saya akan mengakhiri tugas sebagai Staf Khusus Presiden. Demikian pula beberapa rekan kerja yang selama ini bersama-sama dengan saya menjalankan tugas di lingkungan Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik sejak 19 November 2009," ujar Daniel dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Jumat (3/10/2014).
"Saya dan rekan kerja di kantor mohon diri, berpamitan," imbuh pria kelahiran Sidoarjo, 25 Juni 1959, ini.
Atas nama seluruh rekan kerjanya, Daniel mengucapkan terima kasih untuk semua dorongan, pandangan, masukan yang telah diterimanya selama hampir lima tahun terakhir ini. Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh individu dan organisasi yang selama ini secara langsung dan tidak berinteraksi dengannya.
"Secara khusus, kami juga mengucapkan terima kasih kepada kalangan media dan para pegiat yang berkarya di lingkungan organisasi kemasyarakatan dan LSM untuk semua kerja sama dan dukungan yang kami terima dari Saudara," ujar doktor yang sebelumya dikenal sebagai akademisi Universitas Airlangga ini.
Daniel dan seluruh rekan kerja di Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik memohon maaf apabila terdapat kesalahan. "Tidak ada yang sempurna, betapa pun kami selalu mengusahakannya," kata Daniel.
"Di atas semua itu, sukalah Saudara menyampaikan salam hangat kami untuk keluarga di rumah disertai doa semoga Tuhan memberikan berkat kebaikan, kesehatan, dan kebahagiaan untuk kita semua," tutur Daniel yang berpengalaman menangani konflik Aceh, Ambon dan Ternate ini.
"Teruslah berkarya untuk kebaikan negeri ini dan kesejahteraan seluruh umat manusia di bumi," tutup Daniel.
(sip/nrl)











































