"Ada pejabat yang sangat peduli, ada yang kurang peduli, mungkin giliaran lomba, mau piala adipura, baru siang malam dicat kantor, kerja bakti, gotong royong, mestinya tidak begitu," kata SBY dalam pidatonya memperingati hari Habitat Sedunia di Istana Negara Jakarta, Jumat (3/10/2014).
SBY menceritakan bagaimana perjalanannya ke seluruh Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir ini. SBY mengistilahkan lawatannya itu sebagai blusukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY mengaku seringkali menemukan pemukiman yang tidak layak huni dan biasanya dia langsung menegur kepala daerah setempat agar segera mengatasi persoalan itu.
"Di bawah jembatan, airnya tidak mengalir, hitam, sampah, banyak tempat seperti itu," lanjut SBY yang tinggal hitungan hari lagi akan segera lengser.
"Jadi kalau saya blusukan, outcomenya policy, program, anggaran, bukan blusukan hanya blusukan," sambungnya.
Bahkan dalam perjalanannya menggunakan kereta api ke Cirebon, SBY kaget melihat kotornya pemukiman di sekitar rel. Kembali, kepala daerah pun kena semprot SBY karena masalah itu.
"Mungkin kalau tidak saya lewati lagi, kumat lagi, tapi lumayan sekarang," tandasnya.
(mok/aan)











































