5 Aktivitas Pagi Jamaah Indonesia Jelang Wukuf di Arafah

5 Aktivitas Pagi Jamaah Indonesia Jelang Wukuf di Arafah

- detikNews
Jumat, 03 Okt 2014 11:25 WIB
5 Aktivitas Pagi Jamaah Indonesia Jelang Wukuf di Arafah
Makkah -

Azan subuh membangunkan jutaan jamaah haji di Padang Arafah menjelang wukuf yang merupakan inti ibadah haji. Saat itu aktivitas pagi di Padang Arafah mulai sibuk, tak terkecuali pada jamaah haji Indonesia.

Total jamaah haji indonesia yang berhaji tahun 2014 adalah 168.800 orang. Jamaah Indonesia ditempatkan di 52 maktab seluas lebih dari 100 hektar.

Jelang wukuf, Jumat (3/10/2014), aktivitas jamaah haji Indonesia sangat beragam, ada yang diam di tenda sembari berdzikir atau beristirahat menjelang wukuf, ada pula yang berjalan-jalan. Berikut aktivitas di antaranya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Berdzikir dan tidur di tenda

Sejumlah jamaah haji memilih tetap di tenda mereka sembari menunggu makan pagi tiba. Mereka sambil berdzikir atau mengobrol dengan teman satu tenda.

Prosesi wukuf baru dimulai menjelang dhuhur nanti. Naib Amirul Hajj Din Syamsuddin bakal memberikan khotbah wukuf kepada jamaah haji Indonesia.

Ada juga jamaah haji yang masih tidur. Mungkin karena kepanasan mereka memilih untuk tidur di β€Žpaving block di sepanjang jalan penghubung antar tenda.

Sementara sebagian jamaah haji mengantre mengambil makan pagi di dekat dapur. Selama di Arafah memang jamaah haji mendapat 4 kali makan dan sekali snack berat menjelang berangkat ke Muzdalifah.

2. Jalan-jalan santai

Waktu menunjukkan sekitar pukul 06.30 Waktu Arab Saudi, puluhan jamaah haji memadati jalan aspal di luar maktab mereka. Para jamaah sedang menikmati udara pagi Arafah sembari berjalan-jalan.

Matahari belum muncul di balik bukit di Padang Arafah saat para jamaah berjalan-jalan pagi. Cahaya sunrise ditambah kesejukan udara Arafah membuat jamaah semakin nyaman berjalan-jalan.

Di antara para jamaah ada sekeluarga yang naik haji bersama-sama dan menyempatkan jalan-jalan pagi bersama. Mereka berfoto-foto mengukir kenangan di padang Arafah.

Sebagian jamaah lain tampak duduk santai bersama teman-temannya di tempat yang disediakan. Di setiap maktab disediakan tempat duduk untuk sekedar bersantai jamaah haji.

3. Foto bareng unta

Puluhan jamaah haji mengerubuti unta wisata. Meski Menag Lukman Hakim Saifuddin melarang jamaah mendekati unta, namun para jamaah tetap tertarik melihat unta yang dihias bunga warna-warni tersebut.

Unta itu tidak untuk dinaiki keliling seperti odong-odong. Tapi hanya disewakan untuk foto bersama hewan khas Arab Saudi itu.

Untuk berfoto bareng unta, para jamaah harus merogoh kocek 5 riyal atau sekitar 17.000 rupiah. Sekali foto dan langsung jadi. Foto polaroid berukuran 5x5 cm pun siap dikantongi jamaah.

Beberapa jamaah malah berpose disamping unta tanpa menaikinya. Jadi gratis tidak perlu membayar. Antrean jamaah yang hendak naik unta ini cukup panjang, tapi senyum terus tersungging dan sesekali tertawa melihat unta naik perlahan-lahan membuat jamaah yang naik di atasnya limbung.

4. Sabar antre menunggu toilet

Sejak subuh jamaah haji sudah antre menggunakan toilet. Untuk diketahui setiap satu maktab berisi 3.000 jamaah hanya disediakan 40 pintu toilet yakni 20 untuk perempuan dan 20 untuk laki-laki.

Meski jumlahnya terbatas namun para jamaah antusias mengantre. Sembari mengobrol, antrean mengular sampai setengah jam pun terlewati sudah.

"Ya kalau sudah jam 7 begini paling antre 5 menit atau 10 menit, tergantung yang di dalam nguras tidak," kata jamaha haji asal Jakarta, Ali, sembari tertawa. Dia menuturkan antrean panjang terjadi saat subuh sampai satu pintu dikerubuti 10 jamaah haji.

5. Belanja cincin dan aksesoris

Sejumlah jamaah lain mengerubuti penjual cincin dengan batu-baru nan indah. Sang penjual juga memasang tasbih berbagai ukuran, dan berbagai pernik-pernik khas Tanah Suci lainnya.

"3, rupiah, 100 ribu," kata Ahmad, jamaah haji asal Ciamis menawar sembari memegang tiga tasbih panjang warna cokelat tua dengan butiran cukup besar.

"La (tidak)," kata pedagang sembari mengurangi satu tasbih. Namun si Ahmad tidak mau dan langsung pergi meninggalkan penjual pernik-pernik tersebut.

Namun jamaah haji Indonesia yang mengerumuni semakin banyak. Beberapa asik melihat-lihat, beberapa mencoba menawar.

Memang semakin siang semakin banyak pedagang pernak-pernik di Arafah. Penjual itu tidak dilarang karena berjualan di pinggir jalan aspal di antara maktab jamaah haji Indonesia.
Halaman 2 dari 6
(van/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads