"Total 7 jamaah dirujuk ke RS Jabal Rahmah," kata Koordinator Tim Kesehatan Arafah dr Lucky Tjahjono, kepada wartawan di Arafah, Kamis (2/10/2014).
Sementara itu masih ada 5 jamaah haji lain yang sedang dirawat di Balai Pengobatan Haji di Arafah.
"Ya mesti kita harus prioritas pada pasien yang memang harus keselamatannya. Kalau memang tidak ada perlengkapan ya kita rujuk," katanya.
Sejauh ini mayoritas jamaah yang sempat dirawat di klinik kesehatan menderita penyakit jantung. "Kebanyakan dia sudah punya penyakit pendahulu," jelasnya.
Aktivitas di Balai Pengobatan Haji di Arafah sangat sibuk. Setiap berapa menit pasien keluar masuk klinik. Karena itu sejumlah petugas haji yang memperkuat balai pengobatan sengaja tidak berhaji.
"Yang nggak naik haji ada 11 orang karena memang untuk melayani jamaah," katanya.
Kalau nanti ruang perawatan tidak mencukupi, sejumlah tenda bakal dimanfaatkan untuk perawatan. " Kita masih punya cadangan cukup untuk menampung 30 orang," katanya.
Dua Peserta Tarwiyah Dirujuk ke RS Al Wadi
Sementara dua orang jamaah haji Indonesia yang mengikuti sunnah tarwiyah di Mina dirujuk ke RS Al-Wadi, Mina. Mereka dirujuk setelah mendapatkan penanganan medis di klinik Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mina.
Kepala Seksi Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, dr Cecep Ali Akbar, mengatakan keduanya dirujuk setelah maghrib, Kamis (2/10/2014).
Pasien pertama adalah Sakini Marta Wireja (82 tahun, jamaah embarkasi Solo Kloter 45) yang mengalami dehidrasi dan shock secara psikologis. Kedua, Matanon Sanusi (70 tahun, jamaah haji khusus Arminareka) yang mengalami penyakit jantung.
(van/mpr)











































