Sehari sebelum wukuf, jutaan jamaah haji secara bergelombang mulai diberangkatkan ke Arafah, tak terkecuali jamaah haji asal Indonesia. Seperti apa keadaan para jamaah haji Indonesia di Arafah?
Detikcom bersama Tim Media Center Haji Indonesia berkesempatan mengunjungi tenda jamaah haji diโ Arafah, Kamis (2/10/2014).โ
Sebanyak 155.200 jamaah haji Indonesia menempati 52 maktab seluas lebih dari 100 โhektar. Setiap satu maktab dihuni sekitar 3.000 jamaah haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dikunjungi tim petugas haji, para jamaah sedang berdzikir, membaca alquran, ada juga sebagian sedang mengobrol. Kepada petugas haji, mereka pun menyampaikan keluhan.
"โSepertinya tendanya sudah tua ini mas. Menurut saya sudah waktunya diganti alas-alasnya juga. Untung kita dapat pengarahan di KBIH kita membawa tikar," kata Sofi, jamaah haji asal Gresik, Jawa Timur, saat dijumpai petugas haji dari Media Center Haji di tenda di Maktab 18.
Memang kondisi alas tenda sangat kotor. Tikar yang dibawa para jamaah membuat tenda lebih rapih dan bisa digunakan untuk tidur para jamaah. Benar saja, beberapa jamaah haji tidur pulas di tenda sederhana tersebut.
Meskipun fasilitasnya sederhana, tak mengurangi khusyuknya para jamaah berdoa.โ Memang tidak ada AC di tenda-tenda jamaah haji, bersyukur tenda milik petugas haji masih sedikit lebih sejuk dan bersih dengan alas karpet.
Namun untuk keperluan air minum berlimpah disediakan sepanjang jalan ber-paving block yang memisahkan antar tenda para jamaah haji. Antrean untuk mendapatkan air minum pun tak begitu panjang.
Untuk keperluan MCK disediakan sejumlah toilet. Setiap satu Maktab disediakan 40 pintu toilet yakni 20 pintu untuk perempuan dan 20 pintu untuk laki-laki. Toilet itu terlalu sedikit karena digunakan untuk 3.000 jamaah haji. Jadi antrean toilet cukup panjang.
Selama di Arafah jamaah haji mendapatkan 4 kali makan ditambah satu snack berat sebelum jalan ke Muzdalifah untuk mengambil batu untuk lontar jumroh.
Fasilitas kesehatan juga cukup memadai. Ada klinik khusus yang siap melayani jamaah haji yang sakit. Beberapa jamaah haji sedang dirawat di klinik, sementara seorang jamaah asal Solo meninggal di Maktab 50 di Arafah, satu jamaah yang sedang tarwiyah di Mina juga dikabarkan meninggal.
(van/mpr)











































