Ketua KPU Beri Masukan Presiden soal Perbaikan Pemilukada

Ketua KPU Beri Masukan Presiden soal Perbaikan Pemilukada

- detikNews
Kamis, 02 Okt 2014 21:45 WIB
Ketua KPU Beri Masukan Presiden soal Perbaikan Pemilukada
Presiden SBY dan Ketua KPU (Foto: Rivki/detikcom)
Jakarta - Ketua KPU Husni Kamil Manik menghadiri rapat terbatas yang digelar malam ini di Istana Negara. Dalam pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Husni menyampaikan beberapa masukan kepada presiden terkait perbaikan-perbaikan di dalam Pemilukada.

"Beberapa catatan atas proses yang pernah ada dan mungkin catatan penting perbaikan-perbaikan," ujar Husni kepada wartawan di Istana Negara, Kamis (2/10/2014).

Menurut Husni, beberapa masukan yang diberikan kepada SBY diantaranya adalah dalam Pemilukada perlu dilakukan pemilu serentak pada Provinsi dan Kabupaten Kota. Menurutnya hal tersebut akan mengurangi biaya penyelenggaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu juga dalam pengelolaan, pemilu serentak akan lebih sederhana, dana efektif baik pihak rentang horisontal maupu internal pemilu secara vertikal," jelasnya.

"Kami juga menyampaikan perkembangan terakhir pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Kami memiliki sistem informasi yang bisa digunakan di Pemilukada, yaitu sistem informasi logistik dan sistem informasi daftar pemilih. Jika digunakan di Pemilukada akan memudahkan prosesnya dan mengefesienkan penyelenggaraan," jelas Husni.

Dia juga setuju dengan ide pemerintah agar dalam proses pencalonan perlu dilakukan publikasi terbuka sehingga publik dapat secara terbuka mengetahui prosesnya. Dalam kesempatan ini Presiden mengapresiasi KPU yang laksanakan pileg dan pilpres yang dalam penilaian SBY cukup baik. Presiden merespon agar pendidikan politik yang dilakukan selama ini perlu dilakukan lagi.

"Presiden katakan Pemilukada oleh DPRD demokratis, namun masyarakat saat ini lebih memilih Pemilukada dilakukan secra langsung. Itu poin-poin yang perlu kami sampaikan pada saat ini," pungkasnya.

(rni/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini