Puluhan aktivis yang tergabung dalam Komite Dukung Pilkada Langsung melakukan aksi pengumpulan tanda tangan dan fotokopi KTP yang akan digunakan untuk mendukung gugatan UU Pilkada di MK. Aksi yang dilakukan dengan membawa payung dan kaos warna hitam sebagai simbol menolak lupa ini digelar di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Kamis (2/10/2014).
Mereka menargetkan dapat mengumpulkan seribu tanda tangan dari warga yang melintas di Titik Nol Yogya. Selain aksi di Titik Nol, mereka juga membuka Posko pengumpulan fotokopi KTP di beberapa tempat. Antara lain di Titik Nol selama aksi berlansung selama 2 hari, di kampus UIN Sunan Kalijaga, kampus UMY, dan di Sleman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini Indonesia darurat demokrasi. Apabila elemen-elemen seperti mahasiswa dan kelompok-kelompok kritis lain tidak turun kondisi akan semakin berbahaya dan mengancam demokrasi," kata Eko di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Mereka menuntut agar UU Pilkada dibatalkan karena jelas merampok hak rakyat dalam memilih kepala daerahnya. Dalam aksinya mereka membawa membentangkan spanduk bertuliskan "Lawan TIRANI Parlemen, Tolak Pilkada Tak Langsung", "Koalisi Maling Permanen, Lawan perampokan suara rakyat."
(try/try)











































