"Setahu saya keinginan (SBY) ketemu Megawati itu hanya pencitraan untuk memojokkan Megawati yang nggak mau ketemu. Begitu itu ditindaklanjuti ngeper juga. Sama persis permainan opsi pilkada langsung dan tidak langsung. Begitu kita dukung, (PD) mundur juga," kata Aria Bima di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (2/10/2014).
Aria Bima mencoba berkelit saat ditanya bahwa Mega hanya mengirim utusan ke SBY. "Lha ini materinya apa, bukan pertemuan silahtuhrami kekeluargaan. Ini pertemuan tokoh pimpinan politik," kata dia.
Dia berusaha meyakinkan bahwa tidak ada niat Megawati menolak bertemu dengan SBY. Hal itu juga disampaikan langsung oleh Mega kepada Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Puan Maharani.
"Jadi tidak benar Bu Mega tidak mau ketemu, karena itu dibuat pencitraan lagi seolah-olah Bu Mega tidak mau ketemu Pak SBY," ujarnya.
(erd/nrl)











































