"Ya semua baru besok Senin (6/10). Jangan buru-buru lah, Senin saja," kata Taufik saat ditanya soal persetujuannya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (2/9/2014).
Rencananya, sikap fraksi-fraksi DPRD terhadap pengunduran diri baru akan ditanggapi pada rapat Senin mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pengunduran diri Jokowi diterima DPRD dan diterima Menteri Dalam Negeri, maka Jokowi bisa segera dilantik menjadi Presiden RI tanggal 20 Oktober nanti. Lalu bagaimana dengan soliditas Koalisi Merah Putih di tingkat DPRD? Apakah akan satu suara menyikapi pengunduran diri Jokowi?
"Solid. Besok Senin diambil pandangan per fraksi. Kalau koalisi, saya sendiri tiap hari bisa komunikasi, 'Eh lu bikin apa?'. Tapi pasti nanti beda-beda dong, orangnya kan beda-beda," tutur Taufik.
Taufik tak menutup kemungkinan nantinya pandangan fraksi akan diambil dengan mekanisme voting. "Voting juga bukan barang haram," ujar Taufik.
Berbeda dengan Taufik, Wakil Ketua DPRD dari PPP yakni Abraham Lunggana (Lulung) menyatakan tak akan menghalangi langkah Jokowi menuju kursi Presiden. Lulung akan menerima pengunduran diri Jokowi dari jabatan Gubernur DKI.
"Ini bukan parlemen DPR, ini parlemen DKI," kata Lulung santai.
(dnu/trq)











































