Itulah kondisi terkini Syaiful, salah satu saksi kunci dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Dermaga Bongkar Sabang. Dalam proyek ini, Syaiful bertugas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran tahun 2006-2010.
Saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa mantan Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumatera Utara dan Aceh, Heru Sulaksono, Syaiful dibawa dengan kursi roda oleh salah seorang kerabatnya. Bahkan dia hanya mengenakan kemeja dan sarung saja di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (2/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukannya menjawab, Syaiful hanya diam sambil memegang mic. Meski sudah dibantu saksi lain yang ada di sampingnya, Syaiful hanya bengong menatap ke bawah.
"Bapak masih sakit yah? Bisa dengar enggak suara saya?" lanjut Casmaya lagi. Namun tetap saja tidak ada respons dari Syaiful.
"Berarti kelihatannya enggak merespons nih Pak Jaksa," sambung hakim lagi.
Hakim meminta agar petugas segera mencari keluarga Syaiful di luar ruang sidang. Namun yang ditemukan hanyalah seorang pria yang selama ini ditugaskan merawat Syaiful.
Pria tersebut menjelaskan jika Syaiful memang sudah lama sakit. Dia sudah tidak bisa lagi berbicara. Bahkan untuk sekadar meminta makan atau ke kamar kecil.
"Kalau mau kencing, yah begitu saja," ujar pria tersebut.
Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Syaiful batal diperiksa hakim. Jaksa menghadirkan Syaiful karena sempat menjalani pemeriksaan di penyidikan.
Ditemui di sela-sela persidangan, jaksa mengakui jika Syaiful memang sakit. Itulah sebabnya mereka ingin bisa mendaptkan langsung keterangan dari keluarga Syaiful.
"Sakit stroke," kata jaksa.
(mok/rmd)











































