"Bus transjabodetabek produknya Perum PPD. Armada dilengkapi CCTV dan GPS," ujar Dirut Perum PPD Pande Putu Yasa ketika dihubungi detikcom, Kamis (2/10/2014).
Menurut Pande, armada tersebut di tempat tertentu masuk jalur bus Transjakarta, seperti di Pondok Pinang, Pondok Indah 1, Pondok Indah 2. Setelah itu bus berjalan di jalur reguler.
Pande menyebutkan, bus yang beroperasi ada 10 dan menampung 32 penumpang. Bus yang berwarna biru itu rencananya akan dilengkapi wifi.
Karena bersinggungan dengan bus Transjakarta, maka penumpang yang akan beralih menggunakan bus Transjakarta, tidak akan mengeluarkan uang untuk membeli tiket bus Transjakarta.
Begitu juga karena dilengkapi GPS, bus akan dipantau keberadaannya. Bila sopirnya keluar dari jalur yang ditentukan, maka bus secara otomatis akan berhenti.
"Kalau dia keluar dari jalur yang ditetapkan, bisa mati sendiri," ucap dia.
Selain jurusan Ciputat-Blok M, bus Transjakarta rencananya diadakan di Depok-Ragunan dan Bekasi.
Pande menambahkan, tujuan diadakannya bus Transjabodetabek yakni salah satunya untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Setelah di Ciputat-Blok M, nantinya akan ada jurusan Depok dan Bekasi.
"Untuk Bekasi dan Depok masih kita rumuskan dengan Dinas Perhubungan terkait," kata Pande.
(nik/nrl)











































