Rapat paripurna pemilihan pimpinan DPR tidak berlangsung mulus. Banyak interupsi dan bahkan diwarnai walk out dari kubu Koalisi Indonesia Hebat (PDIP, PKB, Hanura, dan NasDem). Mereka menyatakan tidak bertanggung jawab dengan hasil paripurna.
Pimpinan sidang sementara Popong Otje Djunjunan atau Ceu Popong dari Golkar kemudian mengesahkan 5 wakil KMP sebagai ketua dan wakil ketua DPR, Kamis (2/10/2014) dini hari. Mereka adalah Setya Novanto (ketua) dan Agus Hermanto, Taufik Kurniawan, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon sebagai wakil ketua.
1. Setya Novanto
|
Dok Detikcom
|
Setya masuk ke Senayan sejak 1999. Ketika kasus cessie Bank Bali meledak, namanya juga disebut-sebut. Kasus itu tak menghalangi karier politik Setya yang terus meroket hingga menjadi ketua Fraksi Partai Golkar pada periode 2009-2014. Pada 2013 dan 2014, ia pernah diperiksa KPK dan pengadilan sebagai saksi terkait kasus suap PON Riau dan kasus suap mantan ketua MK Akil Mochtar.
2. Fadli Zon
|
|
Fadli Zon menjadi waketum Partai Gerindra pada tahun 2008. Kiprahnya lebih menonjol belakangan ini setelah menjadi salah satu orang dekat Prabowo Subianto.Β
3. Fahri Hamzah
|
|
Fahri lahir di Sumbawa 42 tahun lalu. Kader PKS ini masuk ke Senayan pada tahun 1999 mewakili Nusa Tenggara Barat. Ia maju dan terpilih lagi pada periode 2014-2019.
4. Taufik Kurniawan
|
|
Taufik lahir di Semarang, 22 November 1967. Pada pileg 2014, ia terpilih lagi dari dapil Jawa Tengah VII meliputi Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.
5. Agus Hermanto
|
|
Karier politik Agus merangkak naik saat terpilih menjadi anggota DPR periode 2004-2009 dari Dapil Jateng I meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga. Adik ipar Ibu Ani Yudhoyono ini terpilih lagi menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Saat ini, ia menjadi ketua DPP Partai Demokrat.
Halaman 2 dari 6











































