Posisi Jokowi-JK Disebut Bisa 'Terancam'

Posisi Jokowi-JK Disebut Bisa 'Terancam'

- detikNews
Kamis, 02 Okt 2014 08:26 WIB
Posisi Jokowi-JK Disebut Bisa Terancam
Jakarta -

Barisan Koalisi Merah Putih Kamis (2/10/2014) dini hari tadi memenangkan pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. Bendahara umum Partai Golkar Setya Novanto terpilih sebagai Ketua DPR. Dia didamping empat wakil, yakni Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Fahri Hamzah (PKS) dan Taufik Kurniawan (PAN).

Terpilihnya kubu Koalisi Merah Putih ini dipastikan akan mengancam posisi Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla. "Mengancam dalam pengertian posisi saya kira tidak, mengancam dalam pengertian kebijakan pasti," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris saat berbincang dengan detikcom, Kamis (2/10/2014).

Kebijakan-kebijakan yang diajukan oleh Jokowi menurut Syamsuddin rentan diganggu oleh Koalisi Merah Putih yang saat ini mendominasi di parlemen. "Gangguan biasanya dalam bentuk penggunaan hak politik DPR, seperti hak interpelasi, hak angket, dan sebagainya," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ancaman dari parlemen itu bisa saja dihindari jika kubu Koalisi Indonesia Hebat yang mengusung Jokowi-JK bisa mengubah peta politik di DPR. Koalisi Indonesia Hebat yang beranggotakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, dan Partai Nasional Demokrat bisa 'merangkul' partai di kubu lawan.

Misalnya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat. "Tentu ini ada konsekuensi logisnya dengan mempertimbangkan komposisi di kabinet," kata Syamsuddin.

Saat ini kekuatan Koalisi Merah Putih menguasai separuh lebih di parlemen, yakni 352 kursi. Terdiri dari Golkar (91 kursi), Gerindra (73), PKS (40), PPP (39), PAN (48), dan Demokrat (61).

Sementara Koalisi Indonesia Hebat hanya menguasai 208 kursi yang terdiri dari; PDIP (109), PKB (47), NasDem (36), dan Hanura (16).

(erd/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads