Korps Hakim Keberatan Yang Mulia Ketua MA Disapa 'Saudara' di DPR

Korps Hakim Keberatan Yang Mulia Ketua MA Disapa 'Saudara' di DPR

- detikNews
Kamis, 02 Okt 2014 08:24 WIB
Korps Hakim Keberatan Yang Mulia Ketua MA Disapa Saudara di DPR
Ketua MA Hatta Ali (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, disapa 'saudara' ketika melantik anggota MPR,DPR dan DPD 2014-2019. Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) cabang MA menilai Hatta Ali yang merupakan pimpinan hakim tertinggi di Indonesia seharusnya dipanggil dengan kata 'Yang Mulia'.

"Seharusnya Beliau dipanggil Yang Mulia karena peran Beliau adalah fungsional. Beliaulah yang melantik anggota DPR. Beda dengan presiden yang hanya undangan," ujar Ketua Ikahi cabang MA, hakim agung Prof Dr Gayus Lumbuun kepada detikcom, Kamis (2/10/2014).

Menurut Gayus, perlu adanya standarisasi protokol dalam hal tersebut. Dia menyarankan agar kesekjenan DPR mengatur hal tersebut agar kasus serupa tidak terulang lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lanjut, Gayus mengatakan, bila DPR rapat dengan Ketua MA, maka istilah Yang Mulia tidak diperlukan. Alasannya karena rapat dengan DPR, Ketua MA datang sebagai mitra kerja.

"Jadi perlu sekali standarisasi dalam hal protokol seperti ini," imbuh Gayus yang pernah menjadi Ketua Dewan Kehormatan DPR itu.

Gayus yang pernah menjadi anggota DPR selama 2 periode itu mengaku baru pertama kali ini Ketua MA dipanggil 'Saudara' saat melantik anggota DPR.

"Ini juga berlaku untuk Ketua Pengadilan Tinggi yang melantik anggota DPRD, jadi hakim ini sebagai fungsional," ucapnya.

Di berbagai tradisi ketatanegaraan di berbagai belahan dunia, penyebutan sapaan untuk Ketua MA lazim digunakan. Di Amerika Serikat dan Australia, Ketua MA setempat selalu dipanggil The The Honorable. Di Inggris, Ketua MA setempat dipanggil The Lord. Sedangkan di Prancis disapa 'Premiere President'. Di beberapa negara lain ada yang memanggil Ketua MA dengan Your Highness.

Di luar yudikatif, soal panggilan ini menjadi perdebatan kenegaraan yang selalu muncul sejak jaman dahulu kala. Saat Amerika Serikat (AS) merdeka, Kongres berdebat tentang panggilan apa yang akan digunakan saat memanggil presidennya. Adapun Di Indonesia, Presiden Soekarno sempat memberikan gelar kepada dirinya Pemimpin Besar Revolusi. Adapun di Inggris, saat ini pemimpin Kerajaan Inggris Raya biasa dipanggil Your Majesty.

Dalam tradisi akademik, seorang guru besar sebelum disebut profesor juga diawali dengan sapaan Yang Maha Terpelajar.

(rvk/asp)


Berita Terkait