Puan: Saya dan Jokowi-JK Sudah Coba Menghubungi SBY, Tapi Tak Direspons

Puan: Saya dan Jokowi-JK Sudah Coba Menghubungi SBY, Tapi Tak Direspons

- detikNews
Kamis, 02 Okt 2014 01:16 WIB
Puan: Saya dan Jokowi-JK Sudah Coba Menghubungi SBY, Tapi Tak Direspons
Jakarta -

Ketua DPP PDIP Puan Maharani membeberkan soal upaya partainya menjalin komunikasi dengan Partai Demokrat (PD). Puan mengaku sudah mencoba menghubungi Ketum PD SBY, namun tak ada tanggapan.

"Kami berusaha, Pak Jokowi, Pak JK, saya, Pak Surya Paloh berkeinginan untuk bertemu dengan Pak SBY. Kami sudah berusaha jalin komunikasi dengan semua pihak, tapi ternyata tidak ada respons," tutur Puan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2014) saat ditanya soal tidak bertemunya SBY dan Megawati.

Puan menegaskan kubunya sudah melakukan lobi intensif mengajak PD dan anggota Koalisi Merah Putih untuk bergabung. Jokowi dan JK juga sudah berkali-kali menyatakan membuka diri, namun, menurut Puan, tak mendapat respons positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puan mengatakan dirinyalah yang diutus Megawati untuk menjalin komunikasi dengan SBY. Dia mengaku telah segala upaya untuk menghubungi SBY, tapi tak mendapat respons.

"Semua sudah kami lakukan dengan cara yang baik dan benar menurut kami, tapi kalau tak dianggap, ini politik," ujarnya.

Cerita berbeda disampaikan seorang politikus PDIP. Keinginan bertemu Megawati menjadi salah satu syarat yang diajukan SBY sebagai upaya rekonsiliasi dan bekerja sama dengan baik di parlemen. SBY tak mau merespons Puan karena Megawati tak juga mengiyakan keinginan untuk bertemu.

SBY ingin menemui Megawati karena butuh kepastian dukungan PDIP cs untuk menggolkan Perpu Pilkada yang segera dia ajukan. PD berjanji akan membawa PAN untuk bergabung ke PDIP cs di Parlemen untuk memperkuat posisi Presiden terpilih Jokowi untuk lima tahun mendatang.

Upaya untuk merayu Megawati agar mau bertemu SBY sudah dilakukan berbagai pihak. Namun, Megawati menolak. Bahkan, Jokowi, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh telah bertandang ke rumah Megawati di Jl Teuku Umar siang hingga sore tadi untuk berharap agar Megawati mau bertemu SBY demi pembangunan lima tahun mendatang. Tapi, usaha mereka itu gagal, Megawati tetap tidak mau bertemu SBY hingga sidang paripurna DPR dimulai kembali pukul 23.14 WIB setelah waktu konsolidasi partai dicabut oleh pimpinan sidang.

Yang jelas, dengan dukungan PD ke KMP, maka perebutan pimpinan DPR bisa dipastikan akan dimenangkan oleh KMP. Politisi Golkar Setya Novanto akan melenggang dengan mudah menjadi ketua DPR. Sementara Fadli Zon (Gerindra), Fahri Hamzah (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), dan Agus Hermanto (PD) akan menjadi wakil ketua DPR.

(trq/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads