PDIP cs gagal mengajak Partai Demokrat (PD) dan Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung ke kubunya. Padahal, sejak Selasa (30/9/2014), sinyal-sinyal PD dan PAN akan merapat ke PDIP cs sudah sangat terlihat. Namun, Rabu (1/10/2014) malam, PDIP cs sudah memastikan gagal mendapatkan dukungan PD dan PAN.
Belum terang benar apa penyebab PDIP cs gagal mengajak dua parpol potensial untuk bekerja bersama-sama di DPR itu. Padahal PD (61 kursi) dan PAN (48 kursi) sangat dibutuhkan PDIP cs untuk mengawal Presiden Jokowi dalam melakukan program-program kerjanya selama lima tahun ke depan.
Dan malam ini, peluang emas untuk PDIP cs sirna sudah. Politisi senior yang mantan Sekjen DPP PDIP Pramono Anung sudah berkicau menyerah. Seorang politisi dari Hanura yang tidak mau disebutkan namanya juga menginformasikan bahwa PD dan PAN lepas dari genggaman PDIP cs dan bergabung dengan Koalisi Merah Putih (KMP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya, dukungan KMP terhadap Perpu Pilkada untuk membatalkan UU Pilkada itu tidak satu-satunya penyebab. Sepertinya ada penyebab yang lebih penting mengapa PD dan PAN akhirnya batal bergabung dengan PDIP.
Melihat pernyataan SBY - ketua umum Partai Demokrat - yang terlihat kecewa karena tidak bisa bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, bisa jadi itu sinyal penyebab gagalnya PD dan PAN mendekat ke PDIP. "Dari pihak saya sebenarnya sudah sejak lama ingin bertemu Ibu Megawati, tapi memang Tuhan belum mengizinkan," jelas SBY kepada wartawan seusai bertemu dengan pimpinan Partai Demokrat di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2014) dini hari.
Informasi dari salah seorang politisi di PDIP, keinginan bertemu Megawati menjadi salah satu syarat yang diajukan SBY sebagai upaya rekonsiliasi dan bekerja sama dengan baik di parlemen. SBY membutuhkan dukungan PDIP cs untuk menggolkan Perpu Pilkada yang segera dia ajukan. Sementara PD akan membawa PAN untuk bergabung ke PDIP cs di Parlemen untuk memperkuat posisi Presiden terpilih Jokowi untuk lima tahun mendatang.
Upaya untuk merayu Megawati agar mau bertemu SBY sudah dilakukan berbagai pihak. Namun, Megawati menolak. Bahkan, Jokowi, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh telah bertandang ke rumah Megawati di Jl Teuku Umar siang hingga sore tadi untuk berharap agar Megawati mau bertemu SBY demi pembangunan lima tahun mendatang. Tapi, usaha mereka itu gagal, Megawati tetap tidak mau bertemu SBY hingga sidang paripurna DPR dimulai kembali pukul 23.14 WIB setelah waktu konsolidasi partai dicabut oleh pimpinan sidang.
Mengapa Megawati tidak mau bertemu SBY? Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pimpinan PDIP. Yang jelas, dengan dukungan PD ke KMP, maka perebutan pimpinan DPR bisa dipastikan akan dimenangkan oleh KMP. Politisi Golkar Setya Novanto akan melenggang dengan mudah menjadi ketua DPR. Sementara Fadli Zon (Gerindra), Fahri Hamzah (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), dan Agus Hermanto (PD) akan menjadi wakil ketua DPR.
(asy/trq)











































