Hal ini terjadi dalam sidang lanjutan korupsi perpustakaan UI dengan terdakwa mantan Wakil Rektor UI Tafsir Nuchamid di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (1/10/2014).
"Dalam proses ini, saudara ikut terlibat, seharusnya saudara ikut diproses juga. Tergantung dari JPU saja apakah mau ditindaklanjuti," kata ketua majelis hakim Sinung Hermawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalahnya Datascript sebelumnya ikut tender dan kalah. Tapi pemenang proyek, PT Netsindo Inter Buana justru mengambil barang-barang dari Datascript melalui perusahaan Irawan.
Irawan memang memberikan korting sebesar 30 persen dalam menjual produk itu. Namun dengan diskon sebesar itu saja, dia sudah mendapat untung Rp 2 miliar.
"Untuk saudara, menjembatani saja Rp 2 miliar, beli Netsindo, Maraka Mas, Datascript, jadi berapa itu harga sebenarnya," hardik Sinung.
Salah satu kuasa hukum Tafsir, Maqdir Ismail juga meminta Irawan segera diproses jaksa. Dia menduga kerugian negara muncul tidak lepas dari peran Irawan.
(mok/vid)











































